Showing posts with label ayah. Show all posts
Showing posts with label ayah. Show all posts

Monday, 8 August 2016

beginilah anak tanpa ayah

#fitrahseksualitas #fitrahestetika

Seorang ibu berusia sekitar 26 tahun, berbusana muslimah sangat rapih, sudah memiliki seorang putra usia 5 tahun, dengan sedih  mengatakan bahwa dia tidak pernah bisa menjadikan suaminya sebagai sosok pria yang dicintainya.

Padahal menurutnya tiada yang kurang dari suaminya, dia tampan, gagah, bertanggungjawab, mencintai dirinya (istrinya), sangat sayang pada anaknya. Juga tidak ada lelaki lain di luar sana yang dicintai ibu itu, na'udzubillah.

Saturday, 23 April 2016

seri FATHERMAN

Episode Parenting,

THE RIGHT MAN AT THE RIGHT TIME (seri FATHERMAN bag. 3)
by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

Pernah lihat adegan ini?
“Seorang wanita lari dengan nafas tersengal-sengal dikejar seorang monster atau makhluk jahat. Di depannya hanya ada jurang. Ia tak bisa lari kemana-mana. Pilihannya hanya dua. Mati jatuh ke jurang atau diterkam monster buas. Begitu sang monster mendekat dan siap memangsa korbannya, muncullah pahlawan bertopeng. Dengan gagah berani ia taklukkan sang monster hingga lumat dan lenyap dari muka bumi. Si wanita meleleh hatinya seraya membatin ‘So sweet. You are my hero’.

Thursday, 10 March 2016

JAUHKAN ANAKMU DARI KEMUDAHAN

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.

Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku," ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar:

Tuesday, 30 April 2013

Sunday, 3 March 2013

10 INFO TENTANG BAYI

1. Sekitar usia 3 bulan, bayi mulai menelan air ketuban dan mengeluarkannya kembali sebagai air kencing. Ini untuk melatih sistem pencernaannya.

2. Bayi bisa menangis sejak di dalam perut sang ibu. Sekitar usia 3 bulan, pita suara mulai terbentuk dan bayi mulai menangis tetapi dalam diam.

3. Awal usia 4 bulan, bayi mulai menerka ruang di sekelilingnya. Dia mulai bermain dengan tali pusarnya, menghisap ibu jarinya sendiri, menendang sekelilingnya dan berputar-putar dalam kantungnya. Tetapi pada umumnya ibu yang baru pertama kali hamil tidak akan menyadari pergerakan bayi hingga usia 5 bulan.

4. Ketika usianya memasuki 4 bulan, bayi akan mulai tersedu untuk melatih sistem pernafasan. Bila bayi tersedu, ibu bisa merasakan getaran halus atau denyut halus di perut.

5. Pada usia 5 bulan, bayi mulai memberi reaksi kepada bunyi di luar perut ibunya dan akan menutup telinga dengan tangannya sendiri apabila mendengar bunyi kuat.
6. Sekitar usia 6 bulan, memori bayi mulai terbentuk dan bayi dapat mengingat dan mengenali suara ibu bapaknya.

7. Seperti kita, bayi di dalam perut juga bermimpi pada usia 7 bulan. Aktivitas mimpi ini akan melatih perkembangan otak bayi.

8. Apabila otaknya sudah terbentuk, bayi akan dapat merasakan sakit sejak di dalam kandungan. Apabila ibu tertekan atau stres, emosinya juga terganggu dan mempengaruhi perkembangan mentalnya.

9. Saat indera perasanya terbentuk, bayi juga dapat merasakan makanan yang dimakan oleh ibunya dan bisa mengerutkan dahinya dan memuncungkan mulutnya sebagai reaksi pada rasa pelik makanan yang dimakan oleh ibu.

10. Saat lahir, pertama kali bayi membuka mata, anak matanya akan membesar untuk menampakkan kelucuannya, untuk memikat hati orang di sekeliling, terutama ibu bapaknya.



[http://www.facebook.com/kata2hikmah.new?ref=stream]

Sunday, 10 February 2013

Jodoh Si Mandiri




ehem
udah lama yua g 'nyampah' di mari eheh3
sedikit terabaikan coz lg getting crazzy jd tumblrian..

ehem ehem
barusan nyimak petuah bijak-nya pak Mario Teguh di MTGW..
entah sejak kapan yaaa..ini acara jd lebih sering bahas masalah percintaan..



ahhh g penting juga mo temanya apa..toh tema cinta juga udh mutlak jd tema yg slalu update dengan berbagai warna warni nya yg kadang semarak kadang juga suram kelam..ee

ghina mencatat satu pesan
 wanita yg paling pantas dimiliki itu : tegas..menghargai diri sendiri..mandiri dan sukses tanpa lelaki..

ohooh3
ini punya esensi yang sama dengan ramalan cinta Ran-mouri di serial Detektif Conan vol. 68
untuk merebut hati laki-laki cerdas, engkau hanya perlu menjadi diri mu sendiri..hati-hati karena laki-laki ini akan segera tau kalau kau hanya berpura-pura menjadi gadis yang manis..dia akan segera mengetahui keluguan mu..percaya pada diri sendiri dan terus berusaha..perasaanmu akan tersampaikan padanya..

yupz!
Suka karna akhirnya 2 kutipan tersebut memenangkan mereka yg mandiri..like me..
dan beberapa sahabat yang super mandiri lainnya..ohoho3

Yaaa..secara dulu itu pernah ada teman akhawat yang gagal ta’aruf lantaran si akhawat terkesan lebih mandiri..mpe tu mbak bilang gini ke ghina gara2 ghina niat beli rumah kreditan..

“dek..g usah terlalu mandiri..ikhwan g suka..ini aja ‘perlengkapan’ harian adek dah lebih dari cukup..ntar para ikhwan malah makin segan utk ngajuin proposal..”

Di lain waktu..seorang kakak mengingatkan tentang penampilan..
“yee..udah umur segini masih nge-ransel juga..pake ‘tas cantik’ coba..”

Dan waktu itu ghina cuma nyengir..
[yaa kan berabe klo ‘nantangin’ orang tua.. ]

But now..Proudly I’ll say :

I love the way I am..

Aku yang tegas..

Aku yang menghargai diri [insyaallaah]..

Aku yang mandiri..

Aku yang mampu sukses walau tanpa lelaki..

Karna aku..ingin anak-anak ku kelak punya ayah yang ‘cerdas’..



*road to me-nyata-nya resolusi 2013   [aamiin..]



smangad slalu.. ^_^/

Sunday, 13 January 2013

6 Bahasa Cinta ayah dan Anak Perempuan




Menjadi orang tua adalah peran yang penuh kebahagiaan, tapi penuh tanggung jawab. Peran yang tidak mudah ini juga sering kali berhadapan dengan kondisi yang dilematis. Apakah kita ingin menjadi orangtua yang otoriter atau permisif?  Karena sebenarnya untuk membentuk karakter anak diperlukan keseimbangan ketegasan, disiplin, rendah hati, dan berpikiran positif. Semua ini bisa diwujudkan dengan komunikasi yang terbuka antara anak dengan orang tua.

ponakan ku... *_*

Kadang-kadang, komunikasi antara ayah dengan anak perempuan memiliki friksi tersendiri. Padahal ayah adalah karakter pria pertama yang dikenali anak perempuan. Bagaimana nantinya anak perempuan mendefinisikan pria, pembelajaran pertamanya didapat dari ayah. Pola interaksi yang terjadi antara ayah dengan anak perempuan ini akan membentuk anak perempuan kita menjadi perempuan yang percaya diri, berkarakter, dan berani membuat pilihan terutama ketika tiba waktunya memilih pasangan hidup.Meski tak ada rumus baku untuk menciptakan hubungan ayah dengan anak perempuan yang harmonis, karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda,  simak bahasa cinta yang bisa membuat anak perempuan kita memiliki karakter yang lebih matang.

1. Perlakukan anak perempuan kita sesuai dengan usianya, karena tak selamanya dia menjadi putri kecil kesayangan. Jika kita terus menganggapnya seperti anak kecil atau putri kecil, maka dia tidak akan pernah benar-benar menjadi pribadi yang matang. Biarkan anak perempuan kita tumbuh sesuai umurnya dan menghadapi segala tanggung jawab yang memang sudah harus diterima. Dengan demikian dia akan merasa dihargai dan menghargai dirinya sendiri.

2. Berbicaralah dengan terbuka, jangan hanya mendengarkan tapi cobalah mengerti apa yang diinginkannya. Jangan bicara dengan nada memerintah, karena bukan itu satu-satunya cara membuat kita berwibawa. Lagipula gaya bicara yang keras atau dengan nada memerintah tidak akan membuat anak menyimpan pesan yang kita sampaikan dalam waktu lama, serta membuatnya tidak percaya diri. Sampaikan pendapat dengan tenang dan ajak mereka masuk dalam penjelasan rasional yang kita berikan. Sehingga mereka tidak merasa dihambat atau dilarang.

3. Biarkan anak perempuan kita menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang memutuskan sesuatu berdasarkan kesadaran diri bukan karena impulsivitas semata. Ayah boleh saja memberikan opini, tapi bukan berarti memaksa anak agar mengikuti keinginannya. Karena tanpa disadari, ketika anak berani memilih maka dia akan berani bertanggung jawab atas pilihannya.

4. Ayah perlu menunjukkan bahwa ia selalu menghormati perempuan. Caranya, dengan memperlakukan isteri, ibu, atau saudara perempuannya dengan hormat. Dengan begitu anak perempuan kita akan memilih pendamping yang memang menghargai perempuan, tidak sekadar cinta buta.

5. Jangan segan untuk mengekspresikan cinta pada anak perempuan. Merasakan cinta yang tulus dari ayah, akan membuat anak perempuan merasa aman dan percaya pada kita sebagai orangtua serta teman. Ini yang kemudian secara alami membentuk interaksi yang hangat antara ayah dan anak perempuan.

6. Ajari anak perempuan kita akan prinsip diri. Kita tidak akan bisa 24 jam penuh mendampingi anak perempuan kita, maka bekali mereka dengan prinsip diri yang kuat. Dengan begitu, mereka tidak akan mudah diperdaya oleh iming-iming teman-temannya. Anak perempuan kita pun semakin menjadi perempuan yang matang dengan prinsip hidup yang kuat.

Di saat anak kita memiliki konsep dan interaksi hubungan yang baik dengan ayahnya, ini akan ditularkan pada anak-anaknya kelak. Inilah warisan yang akan selalu berharga sepanjang generasi.






[source]

Thursday, 1 November 2012

awas jadi durhaka tanpa sadar!

 

 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya.” (Al-Isra’: 23)

“Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka.” [QS. Al-Isra' (17): 23]
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Ada tiga ayat yang diturunkan dan dikaitkan dengan tiga hal, tidak diterima salah satunya jika tidak dengan yang dikaitkannya:
1.     Firman Allah Ta’ala, `Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul’. Maka barangsiapa taat kepada Allah namun tidak taat kepada Rasul, ketaatannya tidak diterima.
2.    Firman Allah Ta’ala, `Dan dirikanlah shalat serta tunaikan zakat’. Maka barangsiapa melakukan shalat namun tidak mengeluarkan zakat, tidaklah diterima.
3.    Firman Allah Ta’ala, Agar kamu bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.’ Barangsiapa bersyukur kepada Allah namun tidak bersyukur kepada kedua orang tua, tentu saja tidak diterima hal itu.
 
Oleh karena itulah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Keridhaan Allah ada di dalam keridhaan kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua. (Diriwayatkan Tirmidzi dari hadits Abdullah bin Amr, hadits ini diperkuat oleh hadits Abu Hurairah).


sering kita belajar tentang berbakti pada orang tua..tapi adakah telah sempurna??
klo liat referensi di awal tadi..khawatir dunk klo ternyata kita merasa berbakti padahal ternyata ada hal yg justru terkatagorikan perbuatan durhaka pada ortu...wehhh..
never never lah yaa.. ^_^

so..g salah juga kan kita bahas tentang durhaka nya...harap-harap lebih berhati2 biar g sampe jd durhaka tanpa sadar..

cekidot.. ^_^/

***

‘Uquuqul walidain (durhaka kepada orang tua) adalah dosa besar. Karena itu, Rasulullah saw. –seperti yang dikutip oleh Ibnu Al-Atsir dalam kitabnya An-Nihaayah—melarang perbuatan durhaka kepada kedua orangtua.

Seseorang dikatakan ‘aqqa waalidahu, ya’uqquhu ‘uqaaqan, fahuwa ‘aaqun jika telah menyakiti hati orangtuanya, mendurhakainya, dan telah keluar darinya. Kata ini merupakan lawan dari kata al-birru bihi (berbakti kepadanya).
Yang dimaksud dengan al-’uquuq (durhaka) adalah mematahkan “tongkat” ketaatan dan “memotong” (memutus) tali hubungan antara seorang anak dengan orang tuanya.

Jadi, yang dimaksud dengan perbuatan durhaka kepada kedua orang tua adalah mematahkan “tongkat” ketaatan kepada keduanya, memutuskan tali hubungan yang terjalin antara orang tua dengan anaknya, meninggalkan sesuatu yang disukai keduanya, dan tidak menaati apa yang diperintahkan atau diminta oleh mereka berdua.

Sebesar apa pun ibadah yang dilakukan oleh seseorang hamba, itu semua tidak akan mendatangkan manfaat baginya jika masih diiringi perbuatan durhaka kepada kedua orang tuanya. Sebab, Allah swt. menggantung semua ibadah itu sampai kedua orang tuanya ridha.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa dia berkata, “Tidaklah seorang muslim memiliki dua orang tua muslim, (kemudian) dia berbakti kepada keduanya karena mengharapkan ridha Allah, kecuali Allah akan membukakan dua pintu untuknya –maksudnya adalah pintu surga–. Jika dia hanya berbakti kepada satu orang tua (saja), maka (pintu yang dibukakan untuknya) pun hanya satu. Jika salah satu dari keduanya marah, maka Allah tidak akan meridhai sang anak sampai orang tuanya itu meridhainya.” Ditanyakan kepada Ibnu ‘Abbas, “Sekalipun keduanya telah menzaliminya?” Ibnu ‘Abbas menjawab, “Sekalipun keduanya telah menzaliminya.”

Oleh karena itu ketika ada seseorang yang memaparkan kepada Rasulullah saw. tentang perbuatan-perbuatan ketaatan (perbuatan-perbuatan baik) yang telah dilakukannya, maka Rasulullah saw. pun memberikan jawaban yang sempurna yang dikaitkan dengan satu syarat, yaitu jika orang itu tidak durhaka kepada kedua orang tuanya.
.: Bentuk-bentuk Perbuatan Durhaka
1.    Tidak memberikan nafkah kepada orang tua bila mereka membutuhkan.
2.    Tidak melayani mereka dan berpaling darinya. Lebih durhaka lagi bila menyuruh orang tua melayani dirinya.
3.    Mengumpat kedua orang tuanya di depan orang banyak dan menyebut-nyebut kekurangannya.
4.    Mencaci dan melaknat kedua orang tuanya.
5.    Menajamkan tatapan mata kepada kedua orang tua ketika marah atau kesal kepada mereka berdua karena suatu hal.
6.    Membuat kedua orang tua bersedih dengan melakukan sesuatu hal, meskipun sang anak berhak untuk melakukannya. Tapi ingat, hak kedua orang tua atas diri si anak lebih besar daripada hak si anak.
7.    Malu mengakui kedua orang tuanya di hadapan orang banyak karena keadaan kedua orang tuanya yang miskin, berpenampilan kampungan, tidak berilmu, cacat, atau alasan lainnya.
8.    Enggan berdiri untuk menghormati orang tua dan mencium tangannya.
9.    Duduk mendahului orang tuanya dan berbicara tanpa meminta izin saat memimpin majelis di mana orang tuanya hadir di majelis itu. Ini sikap sombong dan takabur yang membuat orang tua terlecehkan dan marah.
10. Mengatakan “ah” kepada orang tua dan mengeraskan suara di hadapan mereka ketika berselisih.
.: hukumannya di dunia dan hari Kiamat.

>>Ka’abul Ahbar Rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah menyegerakan kehancuran bagi seorang hamba jika ia durhaka kepada orang tuanya. Kehancuran itu merupakan siksaan baginya. Dan sesungguhnya Allah menambah umur orang yang berbakti kepada orang tua agar bertambah pengabdian dan kebaikannya kepada mereka”
>>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada empat orang yang Allah harus tidak memasukkan mereka ke dalam surga dan tidak mereka mencicipi kenikmatannya: orang yang kecanduan terhadap khamr, pemakan riba, orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, dan orang yang durhaka kepada kedua orang tua kecuali jika mereka telah bertaubat” (Diriwayatkan Hakim dengan sanad shahih, namun AI-Mundziri mengatakan bahwa pada sanad hadits ini terhadap Ibrahim bin Khaitsam yang haditsnya matruk, tertinggal dan tidak diakui).
>>Seseorang datang kepada Abu Darda’ Radhiyallahu Anhu dan berkata, Hai Abu Darda’, sesungguhnya aku menikahi seorang wanita dan ibuku menyuruhku untuk menceraikannya. Abu Darda’ berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda. “Orang tua adalah pintu tengahnya surga, jika kamu mau, hilangkan saja pintu atau jagalah”.

>>Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga doa yang terkabulkan dan tidak ada keraguan padanya: doa orang yang didzalimi, doa orang yang bepergian, dan doa tidak baik orang tua terhadap anaknya”(Diriwayatkan Tirmidzi, Abu Dawud, dan Thabrani).
>>Juga diceritakan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda, “Pada malam ketika aku diisra’ kan aku melihat beberapa kaum yang bergelantungan pada dahan-dahan dari api. Aku bertanya, Wahai Jibril, siapakah mereka itu?” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang mencaci ayah dan ibu mereka di dunia”

>>Diriwayatkan bahwa barangsiapa mencaci kedua orang tuanya akan didatangkan kepadanya di dalam kuburan bara dari api sejumlah setiap titik air yang turun dari langit ke bumi. Juga diriwayatkan bahwa jika seseorang durhaka kepada orang tuanya. Nanti setelah dikubur, ia akan dihimpit kuburan itu hingga tulang-tulang rusuknya berhimpit.

>>Yang paling keras siksanya pada hari Kiamat nanti tiga orang: Musyrik, pezina, dan yang durhaka kepada orang tua.

so..telah bebaskah diri dari radiasi durhaka??






dari banyak sumber

Saturday, 27 October 2012

selangkah kaki suami dan ayah ke neraka karena kita (wanita)

selangkah kaki suami dan ayah ke neraka karena kita (wanita)
USTADZ FELIX SIAUW
  1. sy nggak mau kerudungan! kerudungan itu kuno | “lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake kerudung”
  2. tapi kan itu kan hal kecil, kenapa kerudungan harus dipermasalahin?! | “yang besar2 itu semua awalnya kecil yg diremehkan”
  3. yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya! | “trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik?”
  4. kerudungan belum tentu baik | “betul, yang kerudungan aja belum tentu baik, apalagi yang…(isi sendiri)”
  5. sy kemarin liat ada yg kerudungan nyuri! | “so what? yg nggak kerudungan juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”
  6. artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hati baik!| “yup, ciri hati yg baik adl kerudungin kepala dan tutup aurat”
  7. kalo kerudungan masih maksiat gimana? dosa kan? | “kalo nggak kerudungan danmaksiat dosanya malah 2”
  8. kerudungan itu buat aku nggak bebas! | “oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”
  9. aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! | “nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim dalam membantah Allah”
  10. kalo aku pake kerudung, nggak ada yang mau sama aku!? | “banyak yang kerudungan dan mereka nikah kok”
  11. kalo calon suamiku gak suka gimana? | “berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur?”
  12. susah cari kerja kalo pake kerudung! | “lalu membantah perintah Allah demi kerja? emang yang kasi rizki siapa sih? bos atau Allah?”
  13. ngapa sih agama cuma diliat dari kerudung dan jilbab? | “sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”
  14. aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | “ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu gak pake kerudung dan jilbab”
  15. kerudung jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | “perasaan yg adain miss universe laki2 deh, yg larang jilbab di prancis jg laki2”
  16. aku nggak mau dikendalikan orang ttg apa yg harus aku pake! | “sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”
  17. kerudung kan bikin panas, pusing, ketombean | “jutaan orang pake kerudung, nggak ada keluhan begitu, mitos aja”
  18. apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! | “katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen…”
  19. kerudng dan jilbab kan nggak gaul?! | “lha mbak ini mau gaul atau mau menaatiAllah?”
  20. aku belum pengalaman pake jilbab! | “pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul”
  21. aku belum siap pake kerudung | “kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”
  22. mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | “bilang ke mama dengan lembut, bahwacintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya”
  23. aku kan gak bebas kemana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! | “bukankah itu perubahan baik?”
  24. itu kan nggak wajib dalam Islam!? | “kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”
  25. kasi aku waktu supaya aku yakin kerudungan dulu | “yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh”


jangan sampai dech...