Showing posts with label smangad slalu.. ^_^/. Show all posts
Showing posts with label smangad slalu.. ^_^/. Show all posts

Tuesday, 19 March 2013

15 menit belajar hidup dari anak penyemir sepatu



pernah baca cerita motivasi yg intinya : kita mesti bantu orang dengan cara membeli barang/jasa yang ditawarkan org tersebut walau sebenarnya kita g butuh..

sempat baca tentang seseorang yg membeli amplop dagangannya seorang pak tua di pelataran masjid..juga tentang seseorang yang membeli jajanan asongan yang sbenarnya ia benar2 g butuh..

yaa...kisah hidup mereka yang g mw menyerah dengan berakhir sebagai peminta-minta..

nah..terinspirasi dr cerita2 tersebut..mencoba menerapkannya di dunia nyata..

ceritanya bermula..jreng jreng..
*pake sound



ilustrasi minta sma mbah google..

"semir, yuk?"

pas noleh, ternyata ada kecil kisaran 6-7 th yang nenteng box semir sepatu..g mendekati tapi duduk asal2an di got depan kantor Pemda Curup.

sejenak liat sepatu..masih cling yaakkk..tapi mikir, 'ahh gpp jg..itam ini..'
*biasanya penyemir sepatu itu jarang punya semir selain warna itam

"yo..boleh dek.."

jadilah sepatu ghina disemir tu anak..

yaaaa..berhubung si anak penyemir sepatu g punya sandal yg biasanya ada dan digunakan untuk alas kaki sementara dari pelanggan..jadilah ghina ngeker..
pas mantabnyaaa...lewat lah pak kepsek yg juga akan ikut rapat di Diknas..ampun daahhh..tapi cak cak dag tau be..

"sepatu masih rapi gitu kog disemir?" tanya kepsek
"nyambi nungguin apak lah ni..lamo nian..biarlah disemir dulu biar makin cantik.." ngeles aseli

truss...
sambil nunggu si anak kerja..tanya2 kan..
"kelas berapa, dd? g sekolah?"
"kelas satu..udh balik sekolah..kan anak kelas satu baliknya cepat.." tu anak masih asyik sikat sana sikat sini
"ehh kelas satu dah cari duit.."

jadi..cerita lah si anak klo ayahnya penjual minyak tanah keliling dan reparasi payung..si ibu buruh cuci di rumah orang..adik kakaknya banyak pula..dan Putra-nama si penyemir sepatu- bantu keluarga dengan jd penyemir..
"yaa..lumayan, yuk..jadi makan siang dag perlu mintak dengan mak.."

nyezzzz...langsung teringat diriku yg susah makan padahal makanan siap sedia di rumah..

trus nanya lagi..
"g takut jalan sendirian? ntar dipalakin orang loh.."
"ambo pernah dipalak orang, yuk..diminta-i duit.."
"trus? dikasi?"
"ya g laahh..ngapain ngasi duit..kan susah nyari duit.."
"g takut dipukulin?"
"klo ada preman, aku bisa lari cepat-cepat.." putra tertawa mamerin gigi ompongnya.. "kata mak, anak kecil itu dilindungi Allah..jadi g perlu takut.."
*subhanallaah..

"biasa nyemir di mano bae?"
"paling enak tu nyemir di tempat Pak Polisi, yuk..banyak orang..klo di sini [Pemda] orangyo pelit.."
*wkkwkw maaf yaakkk..sengaja g diedit..


***

nooohhhh..bisa belajar bersyukur dr mana aja kan..dari siapa saja bisa diambil hikmah hakikat hidup kita yang sebentar sangad ini..

*bersyukur g harus letih nyari sesuap nasi..bentuk nyatanya : jangan malas makan lagi!!






Sunday, 10 February 2013

Jodoh Si Mandiri




ehem
udah lama yua g 'nyampah' di mari eheh3
sedikit terabaikan coz lg getting crazzy jd tumblrian..

ehem ehem
barusan nyimak petuah bijak-nya pak Mario Teguh di MTGW..
entah sejak kapan yaaa..ini acara jd lebih sering bahas masalah percintaan..



ahhh g penting juga mo temanya apa..toh tema cinta juga udh mutlak jd tema yg slalu update dengan berbagai warna warni nya yg kadang semarak kadang juga suram kelam..ee

ghina mencatat satu pesan
 wanita yg paling pantas dimiliki itu : tegas..menghargai diri sendiri..mandiri dan sukses tanpa lelaki..

ohooh3
ini punya esensi yang sama dengan ramalan cinta Ran-mouri di serial Detektif Conan vol. 68
untuk merebut hati laki-laki cerdas, engkau hanya perlu menjadi diri mu sendiri..hati-hati karena laki-laki ini akan segera tau kalau kau hanya berpura-pura menjadi gadis yang manis..dia akan segera mengetahui keluguan mu..percaya pada diri sendiri dan terus berusaha..perasaanmu akan tersampaikan padanya..

yupz!
Suka karna akhirnya 2 kutipan tersebut memenangkan mereka yg mandiri..like me..
dan beberapa sahabat yang super mandiri lainnya..ohoho3

Yaaa..secara dulu itu pernah ada teman akhawat yang gagal ta’aruf lantaran si akhawat terkesan lebih mandiri..mpe tu mbak bilang gini ke ghina gara2 ghina niat beli rumah kreditan..

“dek..g usah terlalu mandiri..ikhwan g suka..ini aja ‘perlengkapan’ harian adek dah lebih dari cukup..ntar para ikhwan malah makin segan utk ngajuin proposal..”

Di lain waktu..seorang kakak mengingatkan tentang penampilan..
“yee..udah umur segini masih nge-ransel juga..pake ‘tas cantik’ coba..”

Dan waktu itu ghina cuma nyengir..
[yaa kan berabe klo ‘nantangin’ orang tua.. ]

But now..Proudly I’ll say :

I love the way I am..

Aku yang tegas..

Aku yang menghargai diri [insyaallaah]..

Aku yang mandiri..

Aku yang mampu sukses walau tanpa lelaki..

Karna aku..ingin anak-anak ku kelak punya ayah yang ‘cerdas’..



*road to me-nyata-nya resolusi 2013   [aamiin..]



smangad slalu.. ^_^/

Saturday, 30 October 2010

manusia yang manusia…

Menjadi karang-lah, meski tidak mudah.
Sebab ia ‘kan menahan sengat binar mentari yang garang.
Sebab ia ‘kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah.
Sebab ia ‘kan melawan bayu yang keras menembus dan menerpa dengan dingin yang mencoba bekukan.
Sebab ia ‘kan menahan hempas badai yang datang menggerus terus menerus dan coba melemahkan keteguhannya.
Sebab ia ‘kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus.
Sebab ia ‘kan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad, tanpa rasa jemu dan bosan.

Menjadi pohon-lah yang tinggi menjulang, meski itu tidak mudah.
Sebab ia ‘kan tatap tegar bara mentari yang terus menyala setiap siangnya.
Sebab ia ‘kan meliuk halangi angin yang bertiup kasar.
Sebab ia ‘kan terus menjejak bumi hadapi gemuruh sang petir.
Sebab ia ‘kan hujamkan akar yang kuat untuk menopang.
Sebab ia ‘kan menahan gempita hujan yang coba merubuhkan.
Sebab ia ‘kan senantiasa berikan bebuahan manis dan mengenyangkan.
Sebab ia ‘kan berikan tempat bernaung bagi burung-burung yang singgah di dahannya.
Sebab ia ‘kan berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya.

Menjadi elang-lah, dengan segala kejantanannya, meski itu juga tidak mudah.
Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit.
Sebab ia harus melanglang buana untuk mengenal medannya.
Sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru
Sebab ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh.
Sebab ia harus kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya.
Sebab ia harus menukik tajam mencengkeram mangsa.
Sebab ia harus menjelajah cakrawala dengan kepak sayap yang membentang gagah seorang diri.


Menjadi melati-lah, meski tampak tak bermakna.
Sebab ia ‘kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan.
Sebab ia begitu putih, seolah tanpa cacat.
Sebab ia tak takut hadapi angin dengan mungil tubuhnya.
Sebab ia tak ragu hadapi hujan yang membuatnya basah.
Sebab ia tak pernah iri melihat mawar yang merekah segar.
Sebab ia tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi.
Sebab ia tak pernah rendah diri pada anggrek yang anggun.
Sebab ia tak pernah dengki pada tulip yang berwarna-warni.
Sebab ia tak gentar layu karena pahami hakikat hidupnya.

Menjadi mutiara-lah, meski itu tidak mudah.
Sebab ia berada di dasar samudera yang dalam.
Sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan-tangan manusia.
Sebab ia begitu berharga.
Sebab ia indah dipandang mata.
Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan yang hitam.

Menjadi kupu-kupu-lah, meski itu tidak mudah pula.
Sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini.
Sebab ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan.
Sebab ia bersenbunyi dan menahan diri dari segala yang menyenangkan, hingga kemudian tiba saat untuk keluar.

Karang akan hadapi hujan, terik sinar mentari, badai, juga gelombang.
Elang akan menembus lapis langit, mengangkasa jauh,
melayang tinggi dan tak pernah lelah untuk terus mengembara dengan bentangan sayapnya.
Pohon akan hadapi petir, deras hujan, silau matahari, namun selalu berusaha menaungi.
Melati ikhlas ‘tuk selalu menerima keadaannya, meski tak terhitung pula bunga-bunga lain dengan segala kecantikannya.
Kupu-kupu berusaha bertahan, meski saat-saat diam adalah kejenuhan.
Mutiara tak memudar kelam, meski pekat lingkungan mengepungnya di kiri-kanan, depan dan belakang.
Tapi Karang menjadi kokoh dengan segala ujian.
Elang menjadi tangguh, tak hiraukan lelah tatkala terbang melintasi bermilyar kilo bentang cakrawala.
Pohon tetap menjadi naungan meski hadapi beribu gangguan.
Melati menjadi bijak dengan dada yang lapang, justru terlihat indah dengan segala kesederhanaan.
Mutiara tetap bersinar dimanapun ia terletak, dimanapun ia berada.
Kupu-kupu hadapi cerah dunia meskipun lalui perjuangan panjang dalam kesendirian.


Menjadi apapun dirumu . . . bersyukurlah selalu.

Sebab KAU yang paling tahu siapa dirimu.
Sebab KAU yakini kekuatanmu.
Sebab KAU sadari kelemahanmu.

Jadilah . . .
Karang yang kokoh,
elang yang perkasa,
pohon yang menjulang dengan akar menghunjam,
melati yang senantiasa mewangi,
mutiara yang indah,
kupu-kupu,
atau apapun yang kau mau.
Tapi, tetap sadari kehambaanmu . . . 




*lebih penting lagi menjadi manusia yang manusia…

**dari banyak sumber..

Friday, 29 October 2010

aku menang karna aku kalah

yupz..
congratz u've kicked me off!!
great!!
marvelous!!




tak pernah kubayangkan..apa lagi kuperkirakan sebelumnya..
yupz...kesalahan makhluk yg berharap pada makhluk yg jelas sama lemahnya..
Duhai diri...lemahnya dikau...
Allaahu robbiy..



PUas??
senang??
menari lah...
tertawalah..
rianglah...
rayakan...!
rayakan kemenanganmu yg mengalahkan aku..




sedang di sini..
aku...
hohoho8
menyedihkan..
alangkah menyedihkannya..
terperuk di kesendirian..

tapi dengan bangga dan lantang ku katakan:

AKU MENANG!!

eureka...!!!
yupz..
MENANG!!


AKU LAH PEMENANG..
ku tampar kuat ego ku..
aku injak nafsu ku..
ku bunuh hasratku..
ku hapus angan semuku..

ya..
aku kalah atas mu..
tapi AKULAH PEMENANG PERTARUNGAN INI!!