Showing posts with label cerdas. Show all posts
Showing posts with label cerdas. Show all posts

Wednesday, 5 February 2014

Anak-anak Pinter yang Berpotensi Gagal

"Karakter itu fondasinya dibentuk dari kecil, dipertajam saat dewasa, dan dikoreksi lewat gerinda yang keras untuk membongkar keangkuhan"

Dari kultwit @Rhenald_Kasali ttg anak2 pinter tapi berpotensi gagal dlm hidupnya
Pengen tau, simak deh nih…



(1) Kita bahas sedikit hasil studi tentang anak-anak pandai yang berpotensi gagal, dan sebaliknya dari Prof Carol S Dweck (Stanford)  ya”

(2) Carol mengumpulkan dua kelompok anak-anak. Kelompok pertama adalah anak2 berprestasi tinggi dan sadar dikenal sbg anak pandai di sekolah”

(3) Klompok ke 2, trdiri dr anak-anak yg prstasi akademisnya biasa2 sj & ktk ditanya mnjawab, ‘I am survive’. Yg jlas mrk bukn ‘anak pintar’.”

(4) Kedua kelompok diinterview dan diberi soal2 yang terdiri dari soal yang mudah (sudah pernah diajarkan dan gampang) dan soal2 sulit”

(5) Selama experimen, dalam pelaksanaannya ternyata anak2 kelompok pertama banyak protes ketika mengerjakan soal2 sulit yg blm diajarkan”

(6) dan mereka menolak mengerjakannya. Lembar jawaban tidak diisi dan mrk mengatakan ‘ini belum diajarkan’.”

(7) Mungkin karena mereka pandai maka mereka tahu apa yang mereka ketahui dan yang tidak diketahui…”

(8) Sebaliknya, anak-anak yang mengaku “survived” justru mengerjakan semua soal. Mereka kurang peduli apakah itu sudah diajarkan atau blm”

(9) mereka tidak protes, tidak peduli dengan image mereka sekalipun nilainya akan jeblok atau dinilai kurang pandai…”

(10) Stlh menjalankan tes, semua anak diajak bicara & diminta menuliskan surat pd seseorang tentang pengalaman mrk slm ikut eksperimen itu”

(11) Carol tersentak, ternyata anak-anak dari kelompok pandai melebih-lebihkan diri mereka, bercerita lbh hebat dari yg bs/mau mrk kerjakan”

(12) sedangkan kelompok kedua bercerita apa adanya…”

(13) Kelompok pertama, dlm suratnya mengaku diberi soal mudah dan sulit, dan keduanya mrk kerjakan dengan hebat…”

(14)  setelah melalui proses kontrol yang ketat dan analisis mendalam….”

(15) Stlh melalui analisis mendalam & wawancara terstruktur, Dweck menemukan dua tipe manusia yg menentukan sikapnya terhadap sukses/gagal”

(16) Dia mengatakan begini:
After seven experiments with hundreds of children, we had some of the clearest findings I’ve ever seen…”

(17) Praising children’s intelligence harms their motivation & harms their performance. How can be? Don’t children love to be praised?”

(18) Benar, anak2 senang dipuji. Khususnya thd bakat dan kecerdasannya. Pujian mendorong gerakan, keindahan—but only for the moment”

(19) “The minute they hit a snag, their confidence goes out the window and their motivation hits rock bottom……”

(20) ‘If success means they’re smart, then failure means they’re dumb. That’s the FIXED MINDSET.’ ― Carol S. Dweck”

(21) Jadi mau pandai atau kurang pandai, muaranya akan pada kegagalan kalau setinggan pikirannya adalah FIXED MINDSET”

(22) Ini masalahnya, banyak pendidik mengukur kecerdasan dari kemampuan belajar di atas kertas, bukan kemampuan anak mengelola hidup”

(23) Dan kalau seorang anak sdh percaya bhw ia sudah pandai, juara, dst..maka ia bisa merasa sudah selesai, sudah hebat, sudah cukup…”

(24) FIXED MINDSET memiliki kecenderungan seperti: Pertama, Merasa paling pandai sehingga tak berani mencoba hal-hal baru….”

(25) Setiap kali mencoba hal baru dan dinilai kurang bagus, kurang pandai, maka ia akan sangat mudah kecewa dan mengungkapkan kekecewaannya”

26) Kedua, Mereka umumnya juga tak bisa menerima kenyataan orang lain dinilai lebih baik dari dirinya…”

(27) Ketiga, Sulit menerima tantangan2baru, mencoba hal baru yg sama sekali tak dikenal dan tak disukainya, dan menolak menghadapi kesulitan”

“@Rhenald_Kasali: (28) Keempat, Mereka tak mudah menerima kritik, otaknya mudah hang dan keriting thd kritik atau negative feedback… Padahal org maju butuh itu”

“@Rhenald_Kasali: (29) Terhadap orang lain yg lebih dinilai sukses, lebih dinilai bagus dalam fase berikutnya, maka ia menyambut dengan sinisme…”

“@Rhenald_Kasali: (30) Itulah yang membuat orang pandai terkotak dalam batasan yang ia buat sendiri, sementara yang merasa “survive” bisa tumbuh dan berubah..”

“@Rhenald_Kasali: (31) Orang yg “survive” seringkali merasa kurang pandai, maka ia mencoba terus, segala kemampuannya. Dr sesuatu yg ia kalah cpt memulainya”

“@Rhenald_Kasali: (32) Mk bkn awal yg menentukan sesuatu, ttp bgmn kt menaklukkan rintangan dlm perjalanan itu, menumbuhkan sesuatu yg krg beruntung awalnya”

“@Rhenald_Kasali: (33) Itulah yg disebut Carol Dweck sebagai GROWTH MINDSET”

“@Rhenald_Kasali: (34) Maka dia katakan, ‘Becoming is better than being’ ― Carol S. Dweck, Mindset: The New Psychology of Success”

“@Rhenald_Kasali: (36) Ia melanjutkan, ‘I believe ability can get you to the top,’ says coach John Wooden, ‘but it takes character to keep you there’.…”

“@Rhenald_Kasali: (37) It’s so easy to … begin thinking you can just ‘turn it on’ automatically, without proper preparation…..”

“@Rhenald_Kasali: (38) It takes real character to keep working as hard or even harder once u’re there. When u read about an athlete wins over and over …”

“@Rhenald_Kasali: (39) When u read about an athlete that wins over and over, remind yourself, ‘More than ability, they’ve character’ ― Carol S. Dweck”

“@Rhenald_Kasali: (40) Karakter itu fondasinya dibentuk dari kecil, dipertajam saat dewasa, dan dikoreksi lewat gerinda yang keras untuk membongkar keangkuhan”

“@Rhenald_Kasali: (41) Maka orangtua, jangan bangga dengan prestasi akademik sekolah anak2 yang dipaksakan melalui les dan les dan les…”

“@Rhenald_Kasali: (42) Anak2 butuh pembentukan mindset, yg kita kenal sebagai self regulation.. mrk hrs dilatih meregulasi diri agar terbuka terhadap perubahan”

“@Rhenald_Kasali: (43) Mereka butuh kemampuan beradaptasi, respek terhadap perbedaan dan keunggulan orang lain, mau mencoba hal baru”

“@Rhenald_Kasali: (44) Bukan cepat baca kalimat, mengenal huruf, hapal rumus, tahu ini tahu itu lebih dulu dari yg lain. Smua itu gampang disusul org lain”

“@Rhenald_Kasali: (45) Mereka juga perlu dilatih kreativitas, berani mencoba hal baru, siap koreksi diri, berdamai  jiwa, tidak melakukan hal yg tak terpuji..”

“@Rhenald_Kasali: (46) Semua itu disebut sebagai executive functioning, dan dalam buku Ellen Gallinsky disebut ‘Essential Life Skills’.”

“@Rhenald_Kasali: (47) Pujian itu penting, tetapi hidup dalam pujian juga bisa rawan..”

“@Rhenald_Kasali: (48) Lantas apa salahnya failed? ‘I don’t mind losing as long as I see improvement or I feel I’ve done as well as I possibly could’ ― Carol S. Dweck”

“@Rhenald_Kasali: (49) Lebih jauh lagi, If parents want to give  children a gift, the best thing they can do is to teach their children to love challenges…”

“@Rhenald_Kasali: (50) … be intrigued by mistakes, enjoy effort, and keep on learning. That way, their children don’t have to be slaves of praise….”

“@Rhenald_Kasali: (51) … dengan mendidik seperti itu, ‘They will have a lifelong way to build and repair their own confidence’
― Carol S. Dweck”

“@Rhenald_Kasali: (52) Itulah yang disebut Paul Stoltz sebagai The Climbers…”

The end ― Thanks for reading
By: ODOj 112


 http://indriawent.tumblr.com/post/72854909714/anak-anak-pinter-yang-berpotensi-gagal

Tuesday, 19 March 2013

Manfaat Tidur Untuk Bayi

= Manfaat Tidur Untuk Bayi =

Bukan tanpa alasan jika bayi dianjurkan banyak tidur. Selain merangsang tumbuh kembang otak, hormon pertumbuhan pun dikeluarkan saat bayi tidur.

Tidur nyenyak = otak optimal. Para ahli banyak mengulas bahwa tidur merupakan salah satu rangsang bagi tumbuh kembang otak. Bahkan, aktivitas yang satu ini jadi ‘pintu’ dari tumbuh kembang otak bayi selanjutnya agar cerdas, berakal, dan berpikiran jernih. Sebabnya, sekitar 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan pada saat bayi tidur, khususnya awal tahap ke-3 dan ke-4 tidur.

Tingginya kadar hormon pertumbuhan ini erat hubungannya dengan kondisi fisik bayi karena hormon ini punya tugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan, serta mengatur metabolisme tubuh, termasuk juga otak bayi!

Di samping itu, hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh bayi memperbaiki dan memperbaharui seluruh sel yang ada di tubuh. Mulai dari sel kulit, sel darah sampai sel saraf otak. Nah, proses pembaharuan sel ini akan berlangsung lebih cepat lagi ketika bayi terlelap daripada saat bayi bangun!
Selama tidur, aliran darah ke otak juga meningkat selama tahap tidur REM (Rapid Eye Movement) atau tahap tidur aktif. Hal ini berperan penting dalam kesehatan psikis bayi dan aktivitas otak bayi, sehingga memungkinkan optimalnya tumbuh kembang otak bayi. Bahkan, menurut teori autostimulation, tingginya komponen tidur REM pada bayi menunjukkan stimulasi yang terjadi di otak juga berlangsung lebih maksimal. Stimulasi ini tentulah amat penting bagi pertumbuhan sistem susunan saraf pusat bayi.

Bagaimana kalau bayi kurang tidur? Tidur punya andil dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap infeksi. Jika tidurnya terganggu, kadar sel darah putih dalam tubuh akan menurun. Kalau sudah begini, efektivitas sistem daya tahan tubuh anak juga ikut-ikutan menurun. Hasilnya? Bayi gampang sakit, pertumbuhannya pun terganggu. Tidak cuma itu, kurang tidur juga punya dampak terhadap kemampuan berpikir bayi. Kalau tubuhnya lelah, kualitas kemampuan berpikirnya jadi rendah.

Jadi, kalau Anda ingin bayi mampu merespons dengan baik, kondisi tubuhnya musti prima. Bayi yang kurang tidur bisa jadi rewel, cengeng, dan sulit diatur. Kalau sudah begini, Anda juga yang repot kan?

Jgn lupa Like n Share ya ^^
‎

Bukan tanpa alasan jika bayi dianjurkan banyak tidur. Selain merangsang tumbuh kembang otak, hormon pertumbuhan pun dikeluarkan saat bayi tidur.

Tidur nyenyak = otak optimal. Para ahli banyak mengulas bahwa tidur merupakan salah satu rangsang bagi tumbuh kembang otak. Bahkan, aktivitas yang satu ini jadi ‘pintu’ dari tumbuh kembang otak bayi selanjutnya agar cerdas, berakal, dan berpikiran jernih. Sebabnya, sekitar 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan pada saat bayi tidur, khususnya awal tahap ke-3 dan ke-4 tidur.

Tingginya kadar hormon pertumbuhan ini erat hubungannya dengan kondisi fisik bayi karena hormon ini punya tugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan, serta mengatur metabolisme tubuh, termasuk juga otak bayi!

Di samping itu, hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh bayi memperbaiki dan memperbaharui seluruh sel yang ada di tubuh. Mulai dari sel kulit, sel darah sampai sel saraf otak. Nah, proses pembaharuan sel ini akan berlangsung lebih cepat lagi ketika bayi terlelap daripada saat bayi bangun!
Selama tidur, aliran darah ke otak juga meningkat selama tahap tidur REM (Rapid Eye Movement) atau tahap tidur aktif. Hal ini berperan penting dalam kesehatan psikis bayi dan aktivitas otak bayi, sehingga memungkinkan optimalnya tumbuh kembang otak bayi. Bahkan, menurut teori autostimulation, tingginya komponen tidur REM pada bayi menunjukkan stimulasi yang terjadi di otak juga berlangsung lebih maksimal. Stimulasi ini tentulah amat penting bagi pertumbuhan sistem susunan saraf pusat bayi.

Bagaimana kalau bayi kurang tidur? Tidur punya andil dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap infeksi. Jika tidurnya terganggu, kadar sel darah putih dalam tubuh akan menurun. Kalau sudah begini, efektivitas sistem daya tahan tubuh anak juga ikut-ikutan menurun. Hasilnya? Bayi gampang sakit, pertumbuhannya pun terganggu. Tidak cuma itu, kurang tidur juga punya dampak terhadap kemampuan berpikir bayi. Kalau tubuhnya lelah, kualitas kemampuan berpikirnya jadi rendah.

Jadi, kalau Anda ingin bayi mampu merespons dengan baik, kondisi tubuhnya musti prima. Bayi yang kurang tidur bisa jadi rewel, cengeng, dan sulit diatur. Kalau sudah begini, Anda juga yang repot kan?
 
 
 
 
 
[source]

Caranya Agar Bayi Punya IQ Tinggi Sejak dalam Kandungan

Ini Caranya Agar Bayi Punya IQ Tinggi Sejak dalam Kandungan


 Setiap orang tua tentu menginginkan putra putrinya lahir dengan sehat dan tumbuh menjadi anak yang cerdas. Bila ingin memiliki anak ber-IQ tinggi, orang tua sebaiknya mempersiapkan sejak bayi masih dalam kandungan.

Para ahli kesehatan telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan IQ bayi saat ia dalam rahim ibu. Makan makanan sehat dan merangsang anak yang belum lahir saat masih dalam kandungan, dapat menciptakan sambungan di otak untuk meningkatkan kecerdasan dan konsentrasi, yang membantunya belajar di kemudian hari.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan IQ anak sejak ia masih dalam kandungan, seperti dilansir Onlymyhealth, Rabu (27/2/2013):

1. Sering mengajak janin bicara

Janin yang sedang berkembang di rahim sudah dapat mendengar suara yang terjadi di luar rahim setelah kehamilan 23 minggu. Bayi dalam kandungan memiliki kemampuan yang terbatas untuk mendengar, tetapi dapat membedakan suara ibunya.

Pakar kesehatan di NYU Brain Research Laboratories setuju bahwa mendengarkan musik yang menenangkan atau membacakan puisi untuk bayi Anda sejak ia masih dalam rahim dapat berguna untuk meningkatkan kemampuan menulis, membaca dan bahasa bayi kelak.

2. Makan makanan yang sehat

Membuat pilihan makan yang tepat tidak hanya akan menguntungkan ibu hamil tetapi juga memiliki dampak positif pada perkembangan bayi. Makanan tinggi lemak omega-3 (nabati) dan turunannya (DHA) meningkatkan perkembangan otak bayi.

Ikan berlemak seperti tuna, salmon, ikan herring, minyak ikan, dan hati yang tinggi omega-3, serta unggas dan kuning telur dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan DHA. Makanan tinggi asam folat, yang meliputi buah jeruk, brokoli, hati, sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan menghilangkan risiko cacat saraf otak dan tulang belakang pada bayi.

3. Merangsang bayi

Studi Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychology menyarankan bahwa cahaya redup bisa merangsang bayi saat diletakkan dekat dengan perut ibu. Jangan memberi bayi cahaya terang langsung di perut karena dapat membahayakan mata bayi.

Anda akan merasakan responsnya ketika merasakan ada gerakan menendang atau bergerak dari dalam perut. Menyentuh perut dengan lembut juga merupakan cara lain untuk merangsang si buah hati.

4. Hindari stres

Hindari stres karena dapat berdampak negatif pada perkembangan bayi. Jika Anda stres dan cemas, ada kemungkinan akan membuat bayi cemas juga karena Anda berbagi hormon dengannya. Untuk menghindari stres, praktikkan latihan relaksasi atau yoga prenatal.

5. Hentikan kebiasaan tak sehat

Berhentilah merokok, minum alkohol atau mengonsumsi obat-obatan karena dapat menghambat perkembangan otak bayi, menurut sebuah studi yang dilakukan di Moffitt Cancer Center.


Setiap orang tua tentu menginginkan putra putrinya lahir dengan sehat dan tumbuh menjadi anak yang cerdas. Bila ingin memiliki anak ber-IQ tinggi, orang tua sebaiknya mempersiapkan sejak bayi masih dalam kandungan.

Para ahli kesehatan telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan IQ bayi saat ia dalam rahim ibu. Makan makanan sehat dan merangsang anak yang belum lahir saat masih dalam kandungan, dapat menciptakan sambungan di otak untuk meningkatkan kecerdasan dan konsentrasi, yang membantunya belajar di kemudian hari.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan IQ anak sejak ia masih dalam kandungan, seperti dilansir Onlymyhealth, Rabu (27/2/2013):

1. Sering mengajak janin bicara

Janin yang sedang berkembang di rahim sudah dapat mendengar suara yang terjadi di luar rahim setelah kehamilan 23 minggu. Bayi dalam kandungan memiliki kemampuan yang terbatas untuk mendengar, tetapi dapat membedakan suara ibunya.

Pakar kesehatan di NYU Brain Research Laboratories setuju bahwa mendengarkan musik yang menenangkan atau membacakan puisi untuk bayi Anda sejak ia masih dalam rahim dapat berguna untuk meningkatkan kemampuan menulis, membaca dan bahasa bayi kelak.

2. Makan makanan yang sehat

Membuat pilihan makan yang tepat tidak hanya akan menguntungkan ibu hamil tetapi juga memiliki dampak positif pada perkembangan bayi. Makanan tinggi lemak omega-3 (nabati) dan turunannya (DHA) meningkatkan perkembangan otak bayi.

Ikan berlemak seperti tuna, salmon, ikan herring, minyak ikan, dan hati yang tinggi omega-3, serta unggas dan kuning telur dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan DHA. Makanan tinggi asam folat, yang meliputi buah jeruk, brokoli, hati, sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan menghilangkan risiko cacat saraf otak dan tulang belakang pada bayi.

3. Merangsang bayi

Studi Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychology menyarankan bahwa cahaya redup bisa merangsang bayi saat diletakkan dekat dengan perut ibu. Jangan memberi bayi cahaya terang langsung di perut karena dapat membahayakan mata bayi.

Anda akan merasakan responsnya ketika merasakan ada gerakan menendang atau bergerak dari dalam perut. Menyentuh perut dengan lembut juga merupakan cara lain untuk merangsang si buah hati.

4. Hindari stres

Hindari stres karena dapat berdampak negatif pada perkembangan bayi. Jika Anda stres dan cemas, ada kemungkinan akan membuat bayi cemas juga karena Anda berbagi hormon dengannya. Untuk menghindari stres, praktikkan latihan relaksasi atau yoga prenatal.

5. Hentikan kebiasaan tak sehat

Berhentilah merokok, minum alkohol atau mengonsumsi obat-obatan karena dapat menghambat perkembangan otak bayi, menurut sebuah studi yang dilakukan di Moffitt Cancer Center.
 
 
 
 
 
 
 
[source]

Sunday, 10 February 2013

Jodoh Si Mandiri




ehem
udah lama yua g 'nyampah' di mari eheh3
sedikit terabaikan coz lg getting crazzy jd tumblrian..

ehem ehem
barusan nyimak petuah bijak-nya pak Mario Teguh di MTGW..
entah sejak kapan yaaa..ini acara jd lebih sering bahas masalah percintaan..



ahhh g penting juga mo temanya apa..toh tema cinta juga udh mutlak jd tema yg slalu update dengan berbagai warna warni nya yg kadang semarak kadang juga suram kelam..ee

ghina mencatat satu pesan
 wanita yg paling pantas dimiliki itu : tegas..menghargai diri sendiri..mandiri dan sukses tanpa lelaki..

ohooh3
ini punya esensi yang sama dengan ramalan cinta Ran-mouri di serial Detektif Conan vol. 68
untuk merebut hati laki-laki cerdas, engkau hanya perlu menjadi diri mu sendiri..hati-hati karena laki-laki ini akan segera tau kalau kau hanya berpura-pura menjadi gadis yang manis..dia akan segera mengetahui keluguan mu..percaya pada diri sendiri dan terus berusaha..perasaanmu akan tersampaikan padanya..

yupz!
Suka karna akhirnya 2 kutipan tersebut memenangkan mereka yg mandiri..like me..
dan beberapa sahabat yang super mandiri lainnya..ohoho3

Yaaa..secara dulu itu pernah ada teman akhawat yang gagal ta’aruf lantaran si akhawat terkesan lebih mandiri..mpe tu mbak bilang gini ke ghina gara2 ghina niat beli rumah kreditan..

“dek..g usah terlalu mandiri..ikhwan g suka..ini aja ‘perlengkapan’ harian adek dah lebih dari cukup..ntar para ikhwan malah makin segan utk ngajuin proposal..”

Di lain waktu..seorang kakak mengingatkan tentang penampilan..
“yee..udah umur segini masih nge-ransel juga..pake ‘tas cantik’ coba..”

Dan waktu itu ghina cuma nyengir..
[yaa kan berabe klo ‘nantangin’ orang tua.. ]

But now..Proudly I’ll say :

I love the way I am..

Aku yang tegas..

Aku yang menghargai diri [insyaallaah]..

Aku yang mandiri..

Aku yang mampu sukses walau tanpa lelaki..

Karna aku..ingin anak-anak ku kelak punya ayah yang ‘cerdas’..



*road to me-nyata-nya resolusi 2013   [aamiin..]



smangad slalu.. ^_^/