Showing posts with label hijab. Show all posts
Showing posts with label hijab. Show all posts

Tuesday, 6 June 2017

Kisah Nyata Seorang Wanita Yang Malu Dari Kain Kafan



Saya ingin menceritakan kisah seorang wanita yang kita semua telah mengenalnya. Dan bahkan kita mencintainya dari lubuk hati yang paling dalam. Bagaimana tidak, ternyata wanita yang akan kita ceritakan adalah putri Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam wa radhia anha- yang malu dari kain kafan.

Thursday, 10 March 2016

klo saling suka, gimana?

berawal dr saling suka postingan..
lalu saling komenan..
Caper caper.an..
lanjut baper baper.an..
g takut ntar saling suka
padahal belum siap lamaran?

berhenti lah selagi bisa..
hati ini rapuh lagi tak kuasa
JANGAN bawa2 kisah mulia sayyidina Ali dan Fatimah..
mereka tak mengawali cinta dg mengundang syetan bekerja..

STOP tebar pesona..
g khawatir ikutan dosa hanya krn terbayang2 si dia..??
santai sajaaaa..
klo rejeki dpt NA  juga di KUA

image

Saturday, 20 February 2016

Sunday, 27 January 2013

7 CIRI WANITA CANTIK


 
 
1. Memiliki Hati yg Cantik.
yaitu hati yg slalu tawadhu' atau rendah hati, slalu brbaek sangka kpd org laen dan kpd Rabbnya.

2. Memiliki Bibir yg Cantik.
yaitu bibir yg slalu digunakan utk dzikir dan tersenyum kpd orang laen.

3. Memiliki Mata yg Cantik.
yaitu mata yg digunakan utk melihat hal2 yg halal dan baek saja.

4. Memiliki Tangan yg Cantik.
yaitu kdua tangan yg ringan mmberi prtolongan kpd yg mmbutuhkan, tangan yg gemar brsedekah dan mmbantu sesama.

5. Memiliki Kaki yg Cantik.
yaitu kaki yg slalu dibawa ke tmpt2 yg baek, ke majlis ilmu, ke masjid, dan tempat2 utk menimba ilmu yg brmanfaat.

6. Memiliki Rambut yg Cantik.
yaitu rambut yg slalu dijaga dgn hijab,dan dilindungi dr tangan laki2 yg bukan muhrimnya.

7. Memiliki Kulit yg Cantik.
yaitu kulit yg slalu dibalut dg kain tertutup dan terjaga dr pandangan org laen (menutup aurat).

===============================

Kupu2 tidak tahu warna sayap mereka..
Tapi org2 tahu btapa indahny mereka..
Seperti jg dirimu, tdk tau betapa indahny dirimu..
Tapi Allah tau betapa istimewanya dirimu dmataNya..

Ketika kau tunduk dalam syari'atNya.
Ridha ats takdirNya, Tsenyum dlm musibah..
Tegar dlm ujian, Teguh dalam pendirian..

Semoga kau tmasuk org2 yg senantiasa dlm lindunganNya.

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

TOLONG SILAHKAN DI-COPAS dan DI-SHARE DENGAN IKHL

Wednesday, 9 January 2013

hijabku tak menarik




Hijaabku memang tidak menarik, karena fungsi hijaab adalah untuk menyembunyikan perhiasan, jika aku sematkan hiasan-hiasan di atasnya maka terpenuhikah fungsi hijaab yang dikehendaki oleh syari'at?

Hijaabku memang tidak menarik, karena aku memakainya bukan untuk men
arik perhatian orang, aku pun tidak akan 'ngoyo' dalam mendakwahkan hijaab dengan menghias-hiasin ya, memodifikasinya supaya muslimah ramai-ramai berhijaab.
Tapi pada akhirnya hanya kuantitas muslimah berhijaab yang bertambah, lantas bagaimana dengan kualitasnya?


Hijaabku memang tidak menarik, karena buat apa jika makhluk tertarik tetapi Pencipta membencinya karena hijaab yang kupakai menyimpang dari tuntunan syari'at?

Hijaabku memang tidak menarik, karena dalam surat An-Nur ayat 31 muslimah dilarang menampakkan perhiasannya kepada selain mahramnya, dan jika kuhias-hiasi hijaab-ku hingga terlihat menarik di mata selain mahramku, lantas bagaimana nasib ketaatanku kepada firman-Nya?

Hijaabku memang tidak menarik, dan bukankah hendaknya muslimah saat keluar rumah mematut dirinya di cermin untuk memastikan bahwa Allaah ridha dengan hijaab-nya?
Bukankah sudah cukup peringatan Rasulullaah bahwa jika wanita keluar rumah maka syaitan akan menghiasinya?

Hijaabku memang tidak menarik, tetapi inilah salah satu caraku untuk berusaha taat pada perintah-Nya, ta'at pada tuntunan-Nya dalam berhijaab untuk menjauhkan diri dari perbuatan tabbaruj (bersolek) yang tercela. Hijaabku memang tidak menarik, tetapi percayalah, suatu saat jika engkau paham pada ilmunya, dan engkau bukakan hatimu kepada kebenaran (al haq) dan kau tundukkan hasratmu untuk berhias yang tidak sesuai dengan syari'at, maka hijaabku pun akan tampak menarik di matamu, In syaa' Allaahu Ta'ala.



[sumber]

Saturday, 27 October 2012

hijab, jilbab, dan kerudung





tergelitik dengan fenomena jaman sekarang tentang “hijab fashion” “hijab style” dan yaahh apapun itulah namanya, yang membawa nama hijab, jilbab, dan kerudung.


mungkin sang desainer mengerti nilai apa yang ingin mereka bawa dari produknya, namun sayangnya tidak semua konsumer ini menangkap nilai penting yang ingin disampaikan.


  • ada yang pakaiannya cenderung “membungkus” bukan “menutup”. tau gak bedanya menutup sama membungkus? kalau menutup itu yaa ditutupi, bentuknya jadi gak keliatan, kalau membungkus itu bisa dibilang semacam bungkus lemper, bungkur lontong, ketat, bentunya terlihat.
  • ada juga kerudung dengan segala macam bentuknya, bagus sih, unik sih, jadi terlihat lebih menarik sih, tapi (lagi-lagi) tapi, kainnya kurang panjang, padahal untuk wanita kan seharusnya menutupi dada. belum lagi yang tipis-tipis yang cepolan ikat rambutnya terlihat, atau bahkan helaian rambut di dalamnya terlihat
secara singkat..bisa kita pahami bersama klo.. :

Hijab
berasal dari kata hajaban yang artinya: menutupi
dengan kata lain hijab adalah benda yang menutupi sesuatu.
ada yang mengambil suatu kesimpulan bahwa hijab adalah segala sesuatu yang menghalangi antara kedua belah pihak.

artinya ada sebuah benda yang menghalangi penglihatan kita terhadap orang lain.

contoh: cewek-cowok ngobrol, tapi ada penghalang temboknya. Nah tembok ini bisa disebut hijab.
sedangkan menurut istilah syara’,

hijab adalah suatu tabir yang menutupi semua anggota badan wanita, kecuali wajah dan kedua telapak tangan dari penglihatan orang lain.

di Al Qur’an, ayat tentang hijab ini ada di Q.S Al Ahzab ayat 53.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)[1228], tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
[1228]. Maksudnya, pada masa Rasulullah s.a.w pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu makan Rasulullah s.a.w. lalu turun ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.
Di ayat ini menginggung hijab (tabir) saat sahabat memiliki keperluan terhadap istri nabi, meminta melalui tabir.

Jilbab
adalah pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali telapak tangan
dalilnya ada di Q.S. Al Ahzab ayat 59

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[1232]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
Kerudung (Khimar)
adalah penutup kepala (rambut)
dalilnya ada di Q.S. An Nuur ayat 31

 Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
tapi kalau sama orang Indonesia, suka disamakan pengertian jilbab sama kerudung, padahal kalau melihat asal bahasa arabnya mah beda artinya.

Tips Merawat Kerudung

 
Kerudung dan muslimah adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu pemakaian kerudung menjadi sangat penting. Kerudung yang terawat dengan baik tentu mempercantik penampilan para muslimah.

Bagaimana cara merawat kerudung agar awet dan selalu terlihat cantik?

1. Cuci kerudung dengan sabun yang lembut. Jangan gunakan deterjen, lebih baik menggunakan sampo atau sabun mandi.

2. Cuci kerudung dengan tangan, bukan mesin cuci. Kucek dengan lembut, dan hindari memeras terlalu keras. Biarkan kerudung masih dalam keadaan agak basah.

3. Jemur kerudung dengan posisi luar berada di dalam (terbalik) dan gantung di gantungan baju (hanger). Hindari menjemur kerudung di bawah sinar matahari langsung. Menjemur di bawah sinar matahari dapat menyebabkan warna kerudung menjadi pudar.

4. Seterika kerudung dengan panas sedang. Suhu yang terlalu panas bisa merusak kain kerudung. Hindari menyetrika bagian topi/busa kerudung bergo. Hal tersebut dapat merusak busa kerudung dan membuat kerudung bergo menjadi tidak rapi.

5. Saat menyeterika kerudung segiempat, tidak perlu menyeterika lipatan kerudung, karena lipatan akan berbekas dan terlihat kurang rapi saat dipakai. Lipat kerudung tanpa ditekan sehingga tidak akan meninggalkan bekas lipatan.

6. Simpan kerudung dengan cara digantung di gantungan kerudung dan letakkan di tempat yang tidak terkena debu agar tidak berbau apek.

7. Jangan menggunakan kerudung berulang kali karena kerudung mudah berbau apek apalagi jika terpapar matahari dan terkena keringat. Segera cuci kerudung jika dirasa cukup banyak terkena sinar matahari dan keringat.

Itulah tips merawat kerudung supaya tetap dalam keadaan baik. Selamat mencoba .

selangkah kaki suami dan ayah ke neraka karena kita (wanita)

selangkah kaki suami dan ayah ke neraka karena kita (wanita)
USTADZ FELIX SIAUW
  1. sy nggak mau kerudungan! kerudungan itu kuno | “lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake kerudung”
  2. tapi kan itu kan hal kecil, kenapa kerudungan harus dipermasalahin?! | “yang besar2 itu semua awalnya kecil yg diremehkan”
  3. yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya! | “trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik?”
  4. kerudungan belum tentu baik | “betul, yang kerudungan aja belum tentu baik, apalagi yang…(isi sendiri)”
  5. sy kemarin liat ada yg kerudungan nyuri! | “so what? yg nggak kerudungan juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”
  6. artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hati baik!| “yup, ciri hati yg baik adl kerudungin kepala dan tutup aurat”
  7. kalo kerudungan masih maksiat gimana? dosa kan? | “kalo nggak kerudungan danmaksiat dosanya malah 2”
  8. kerudungan itu buat aku nggak bebas! | “oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”
  9. aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! | “nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim dalam membantah Allah”
  10. kalo aku pake kerudung, nggak ada yang mau sama aku!? | “banyak yang kerudungan dan mereka nikah kok”
  11. kalo calon suamiku gak suka gimana? | “berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur?”
  12. susah cari kerja kalo pake kerudung! | “lalu membantah perintah Allah demi kerja? emang yang kasi rizki siapa sih? bos atau Allah?”
  13. ngapa sih agama cuma diliat dari kerudung dan jilbab? | “sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”
  14. aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | “ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu gak pake kerudung dan jilbab”
  15. kerudung jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | “perasaan yg adain miss universe laki2 deh, yg larang jilbab di prancis jg laki2”
  16. aku nggak mau dikendalikan orang ttg apa yg harus aku pake! | “sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”
  17. kerudung kan bikin panas, pusing, ketombean | “jutaan orang pake kerudung, nggak ada keluhan begitu, mitos aja”
  18. apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! | “katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen…”
  19. kerudng dan jilbab kan nggak gaul?! | “lha mbak ini mau gaul atau mau menaatiAllah?”
  20. aku belum pengalaman pake jilbab! | “pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul”
  21. aku belum siap pake kerudung | “kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”
  22. mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | “bilang ke mama dengan lembut, bahwacintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya”
  23. aku kan gak bebas kemana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! | “bukankah itu perubahan baik?”
  24. itu kan nggak wajib dalam Islam!? | “kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”
  25. kasi aku waktu supaya aku yakin kerudungan dulu | “yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh”


jangan sampai dech...

Friday, 30 December 2011

[ber] jilbab ato [ber] kerudung [??]

Jilbab dan kerudung merupakan kewajiban atas perempuan muslimah yang ditunjukkan oleh dua ayat Al-Qur`an yang berbeda.

Kewajiban jilbab dasarnya surah Al-Ahzab ayat 59,  sedangkan kewajiban kerudung (khimar) dasarnya adalah surah An-Nur ayat 31.

Mengenai jilbab, Allah SWT berfirman (artinya), “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min, ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ (QS Al-Ahzab : 59).

Dalam ayat ini terdapat kata jalabib yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata jilbab. Memang para mufassir berbeda pendapat mengenai arti jilbab ini. Imam Syaukani dalam Fathul Qadir (6/79), misalnya, menjelaskan beberapa penafsiran tentang jilbab. Imam Syaukani sendiri berpendapat jilbab adalah baju yang lebih besar daripada kerudung, dengan mengutip pendapat Al-Jauhari pengarang kamus Ash-Shihaah, bahwa jilbab adalah baju panjang dan longgar (milhafah). Ada yang berpendapat jilbab adalah semacam cadar (al-qinaa’), atau baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan (ats-tsaub alladzi yasturu jami’a badan al-mar`ah). Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi (14/243), dari berbagai pendapat tersebut, yang sahih adalah pendapat terakhir, yakni jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan.

Walhasil, jilbab itu bukanlah kerudung, melainkan baju panjang dan longgar (milhafah) atau baju kurung (mula`ah) yang dipakai menutupi seluruh tubuh di atas baju rumahan. Jilbab wajib diulurkan sampai bawah (bukan baju potongan), sebab hanya dengan cara inilah dapat diamalkan firman Allah (artinya) “mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Dengan baju potongan, berarti jilbab hanya menutupi sebagian tubuh, bukan seluruh tubuh. (Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham al-Ijtima’i fil Islam, hal. 45-46).

emang dalam pembicaraan sehari-hari umumnya masyarakat menganggap jilbab sama dengan kerudung. Anggapan ini kurang tepat. Jilbab tak sama dengan kerudung.

Jilbab adalah busana bagian bawah (al-libas al-adna) berupa jubah, yaitu baju longgar terusan yang dipakai di atas baju rumahan (semisal daster).
Kerudung merupakan busana bagian atas (al-libas al-a’la) yaitu penutup kepala. (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al-Fuqaha`, hal. 124 & 151; Ibrahim Anis dkk, Al-Mu’jam Al-Wasith, 2/279 & 529).


Jilbab ini merupakan busana yang wajib dipakai dalam kehidupan umum, seperti di jalan atau pasar. Adapun dalam kehidupan khusus, seperti dalam rumah, jilbab tidaklah wajib. Yang wajib adalah perempuan itu menutup auratnya, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, kecuali kepada suami atau para mahramnya (lihat QS An-Nur : 31).

Sedangkan kerudung, yang bahasa Arabnya adalah khimar, Allah SWT berfirman (artinya), “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” (QS An-Nur : 31). Dalam ayat ini, terdapat kata khumur, yang merupakan bentuk jamak (plural) dari khimaar. Arti khimaar adalah kerudung, yaitu apa-apa yang dapat menutupi kepala (maa yughaththa bihi ar-ra`su). (Tafsir Ath-Thabari, 19/159; Ibnu Katsir, 6/46; Ibnul ‘Arabi, Ahkamul Qur`an, 6/65 ).

Kesimpulannya, jilbab bukanlah kerudung, melainkan baju jubah bagi perempuan yang wajib dipakai dalam kehidupan publik. Karena itu, anggapan bahwa jilbab sama dengan kerudung merupakan salah kaprah yang seharusnya diluruskan.




Wanita Arab kebanyakannya memiliki jilbab (jubah) yang sangat tebal, keras dan tidak membentuk badan sedikitpun. Oleh sebab itulah khimar atau tudung kepalanya singkat. Ia sudah memenuhi kehendak menutup aurat. Sementara di Malaysia (juga di Indonesia), jilbab (baju kurung dan jubah) kita adalah tipis dan agak menampakkan potongan badan. Oleh sebab itu kita dianjurkan memakai khimar atau tudung kepala yang labuh.
(Ummu Qasdi, mahasiswa fiqh Malaysia)


dalam bahasa inggris pun, veil itu diARTIKAN KERUDUNG..YANG LEBIH MERUJUK PADA KERUDUNG SEPERTI YANG DIPAKE MRS. OBAMA ITU..KLO KERUDUNG YANG TERTUTUP RAPI KITA BIASA PAKE 'HEAD COVER'...