Showing posts with label sholat. Show all posts
Showing posts with label sholat. Show all posts

Monday, 25 April 2016

Membuat Anakmu Sholat TANPA Debat, Keringat, Urat & Pengingat

πŸƒπŸŒΈ Membuat Anakmu Sholat TANPA Debat ..  Keringat .. Urat .. & Pengingat .. πŸŒΈπŸƒ

"Bagaimana Membuat Anak2 Anda Sholat dengan
Kesadaran Mereka Sendiri Tanpa Berdebat dan
Tanpa Perlu Diingatkan .. ?

πŸ’•Anak2 anda tidak mau sholat .. ? atau mereka
sampai membuat anda capek saat mengingatkan
untuk sholat .. ? Mari kita lihat bagaimana kita bisa merubah ini semua ~ biidznillah

Sunday, 24 May 2015

Kisah Si Miskin Meminjam Uang




“Pak, boleh saya pinjam uang?” kata seorang yang miskin.



Orang kaya ini mendengar, “750 ribu saja.”

“Saya akan beri kamu Rp 1 juta. Enggak usah pinjam. Pukul 16.00 saya akan datang ke rumah kamu.”

Pukul 16.00, si kaya ini sudah ada di depan pintu rumah si miskin.


Thursday, 19 June 2014

siswi 'Tebeng' dan pak tua

hushhh..ini bukan cerita pelecehan loh yaaa.. :P

mw berbagi cerita ttg tetangga baru di lingkungan kontrakan skarang..

1 siswi sekolah di Tebeng [nama tempat di Bengkulu] dan 1 nya lagi kakek tua..

"Baru tau?" suami balik bertanya wkt ku tanya knp si anak tetangga agak beda dr teman2 seusianya..

"kan ayahnya udh bilang klo Ayuk sholehah [nama dr sayaaa.. :D ] sekolahnya di Tebeng.."

"ya memangnya knp klo sekolah di tebeng?"

Friday, 22 March 2013

7 ciri orang yang khusyu' dalam sholat

shalat
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna (Al-Quran: Surat Al-Mu`minun)

Rasulullah SAW bersabda : Ilmu yang pertama kali di angkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. (HR. At-Tabrani)


Nabi Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku, sujudnya panjang, terutama ketika sholat sendiri dimalam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya.

Sholatnya tepat pada waktunya dan yang paling penting, sholatnya itu teraflikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri orang-orang yang sholatnya khusyu:..

1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat berarti sholatnya belum berkualitas atau belum khusyu.

2. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap
pujian atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja.

3. Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadast.

4. Tertib dan disiplin, karena sholat sudah diatur waktunya.

5. Selalu tenang dan tuma`ninah, tuma`ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.

6. Tawadhu dan rendah hati, tawadhu merupakan akhlaknya Rasulullah.

7. Tercegah dari perbuatan keji dan munkar, orang lain aman dari keburukan dan kejelekannya.

Orang yang sholatnya khusyu dan suka beramal baik tapi masih suka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, mudah-mudahan orang tersebut tidak hanya ritualnya saja yang dikerjakan tetapi ilmunya bertambah sehingga membangkitkan kesadaran dalam dirinya.

Jika kita merasa sholat kita sudah khusyu dan kita ingin menjaga dari keriya'an yaitu dengan menambah pemahaman dan mengerti bacaan yang ada didalam sholat dan dalam beribadah jangan terhalang karena takut riya'.

Inti dalam sholat yang khusyu yaitu akhlak menjadi baik, sebagaimana Rosulullah menerima perintah sholat dari Allah, agar menjadikan akhlak yang baik. Itulah ciri ibadah yang disukai Allah.Semoga kita dapat meningkatkan kualitas sholat kita ...

Wallahu’alam bishshawab, ..






[source]

Friday, 26 October 2012

bolehkah ketika shalat kita menggendong anak?

“Sungguh, beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) mereka yang khusyuk (dalam shalatnya).” (Al-Mu'minun: 1-2).

Saat shalat, terkadang anak-anak kita menangis. Untuk menenangkannya, maka si anak terpaksa digendong.

Pertanyaannya, bolehkah ketika shalat kita menggendong anak?

Berdasarkan riwayat dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW pernah shalat, sementara Umamah —anak perempuan Zainab, yakni putri Rasulullah SAW— di bahu beliau. Jika Rasul rukuk, maka beliau meletakkan anak itu dan jika bangkit dari sujud, maka beliau mengangkatnya dan meletakkannya kembali di atas bahu beliau. Amir berkata, "Aku tidak menanyakan shalat apa sebenarnya yang beliau lakukan ketika itu." Namun, Ibnu Juraij berkata, "Aku diberitahukan oleh Zaib bin Abu Itab dari Umar bin Sulaim bahwa shalat yang dikerjakan Rasul SAW saat itu adalah shalat Subuh.” (HR Bukhari, sebagaimana dikutip Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah).

Dari Abdullah bin Syaddad, dari ayahnya, dia berkata, "Pada suatu siang, Rasulullah SAW keluar untuk shalat Dzuhur atau Ashar. Beliau membawa Hasan atau Husein, lalu beliau meletakkan anak itu di depan beliau saat akan shalat, kemudian bertakbir. Setelah itu beliau sujud cukup lama."

"Aku, kata Ibnu Syaddad, "mengangkat kepalaku dan saat itu aku melihat anak itu berada di atas punggung Rasul SAW. Aku pun kembali bersujud. Setelah selesai, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tadi engkau sujud begitu lama, sehingga kami menyangka telah terjadi sesuatu atau wahyu turun kepadamu?”

Rasul bersabda, “Bukan begitu? Hanya saja, cucuku ini naik ke atas punggungku. Dan aku tidak ingin menurunkannya dengan segera hingga dia merasa puas (berada di atas punggungku).” (HR Ahmad, Nasai, dan hakim).

Berdasarkan keterangan ini, para ulama membolehkan shalat menggendong anak. Imam Nawawi berpendapat, hadits di atas menjadi dalil bagi mazhab Syafi'i dan mazhab lainnya yang sependapat dengannya, bahwa diperbolehkan membawa dan menggendong anak-anak, baik laki-laki dan perempuan atau lainnya seperti hewan yang suci.

Mazhab Maliki berpendapat, hal itu hanya dibolehkan pada shalat sunah, bukan shalat fardhu. Namun kata Imam Nawawi, pendapat terakhir ini tidak bisa diterima, sebab dalam hadits di atas sangat jelas bahwa Rasul sedang mengimami shalat.

Sebagian mazhab Maliki menganggap hadits ini telah di-mansukh (dihapus) dan hukumnya tidak berlaku lagi. Sebagian lagi berpendapat, hal ini hanya khusus bagi Rasul SAW.





Ada juga yang berpendapat, Rasul terpaksa melakukan itu atau karena keadaan darurat. Sayyid Sabiq menyatakan, semua alasan ini tidak bisa diterima, lantaran tidak ada keterangan yang menjelaskan adanya penghapusan atau pengkhususan bagi Rasul SAW maupun kondisi darurat. “Membawa atau menggendong anak dalam shalat hukumnya mubah (boleh) sesuai keteragan hadits di atas dan hal ini tidak menyalahi syariat,” tegas Sayyid Sabiq.

Kendati diperbolehkan, namun setiap Muslim harus memerhatian hal-hal pokok saat akan membawa atau menggendong anak kecil itu. Syarat pertama, si anak harus dalam keadaan suci, tidak mengompol atau bajunya dalam keadaan najis, popoknya berisi najis, atau sandal yang dipakainya kena najis. Maka jika anak itu tidak suci (kena najis), membawa atau menggendong si anak tersebut dalam shalat tidak dibolehkan.

Dahulu Nabi SAW pernah shalat mengenakan sandal, dan ketika di tengah-tengah shalat tiba-tiba beliau melepaskan kedua sandalnya, sehingga para sahabat pun ikut-ikutan melepaskan sandalnya. Seusai shalat Rasulullah SAW mengabarkan bahwa ia diberi tahu oleh Malaikat Jibril bahwa di sandalnya terdapat kotoran (najis), oleh karena itu beliau melepaskan sandalnya. (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Al Baihaqi, Ad Darimi dan lain-lain).  

Wallahua’lam.

Tuesday, 7 February 2012

10 Jenis Solat Yang Tidak Diterima Oleh Allah S.W.T





Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barang siapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :

1.     Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.

2.     Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.

3.     Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

4.     Orang lelaki yang melarikan diri.

5.     Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).

6.     Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.

7.     Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.

8.     Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.

9.     Orang-orang yang suka makan riba'.

10.     Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."

Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."