Showing posts with label rumah tangga. Show all posts
Showing posts with label rumah tangga. Show all posts

Friday, 12 February 2016

Suami ku nyebelin 2#

Ada pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh bin Baz. Ada seorang pemuda tidak memperlakukan isteri dengan baik. Yang menjadi penyebabnya, karena ia sibuk menghabiskan waktunya untuk berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan studi dan lainnya, sehingga meninggalkan isteri dan anak-anaknya dalam waktu lama. Masalah ini ditanyakan kepada Syaikh, apakah diperbolehkan sibuk menuntut ilmu dan sibuk beramal dengan resiko mengambil waktu yang seharusnya dikhususkan untuk isteri?

Syaikh bin Baz menjawab pertanyaan ini.



10 Perekat hubungan suami istri

Inilah sepuluh tips untuk merekatkan hubungan suami-istri, sehingga biduk rumah tangga tetap harmonis dan tenteram. Semoga bermanfaat, menjadi bekal keharmonisan keluarga.

Jazakillaah khoir ya omah Rochma Yulika..
Moga omah sehat terus biar bisa berbagi lbh byk.lagi..aamiin

image




Thursday, 3 July 2014

Monday, 20 August 2012

Gombalan maut si Abii..




 
Abi : “mi,,, jangan terlalu lama duduk di kursi itu,,pindah sini dekat abi aja.”
Umi : “loh kenapa bi?”
Abi. : “takut dikerubung semut,, soalnya umi manis.” 

(ajiiB)



Abi : “mi,, orangtua umi dulu pengrajin bantal ya?”
Umi : “hah?! Bukan, kan abi tahu pensiunan PNS, kenapa bi? “
Abi : “kok kalo deket umi rasanya nyamaaan.”

(Hajarrr blehh)

Abi. : “umi itu seperti sendok.”
Umi : “kenapa?”
Abi. : “karena umi terus mengaduk-aduk perasaan abi.” 

 yiihaa
 

Umi : “abi, kalo ibu kamu & aku tenggelam barengan,,siapa yg kamu tolong?”
Abi. : “ya ibuku lah,, emang kamu yg lahirin aku?”
Umi. : “ih kamuuu.”
Abi. : “iyaa,,tapi habis selamatin ibuku,, aku akan tenggelam bersama kamu.”

Prikitiw

Abi. : “hmm,, maaf yaaa,,belakangan ini tangan abi agak kasar.”
Umi. : “ahh,, gpp kookk,, emangnya kenapa?”
Abi. : “soalnya tiap hari abi jadi kuli.”
Umi. : “yang bener bi,,dimanaaa? “
Abi. : “di hati kamu say,,abi sedang buatin istana cinta buat kita berdua.”

(Hahahha, ampunnnn)

Abi. : “sayaaanngggg, ayah kamu astronot yaaa,,,.”
Umi. : “nggak kookk.”
Abi. : “kalo gitu pasti kakek kamu.”
Umi. : “nggak jugaa.”
Abi. : “trus yg astronot siapaa,,?”
Umi. : “nggak adaaa.”
Abi. : “tapi koq ada berjuta2 bintang di mata kamuuuu,,.”

(asyeek)

Abi. : “umii sayyaang..,, kamu capek yaaa,,.”
Umi. : “haaahhh, kok abi tahu,,. “
Abi. : “soalnya yayang berlari2 terus di pikiran abi,,.”

(Prikitiuww)

Abi. : boleh pinjem flashdisknya yang?
Umi. : boleh, mau buat apa bi?
Abi. : buat transfer hatiku ke hatimu…

(wkwkwk)

Umi. : lho bi..mau kemana?
Abi. : cari yayang lagi…
Umi. : kok?
Abi. : lha satu aja bahagianya begini, apalagi dua…
Umi. : ……: *lempar tabung gas*

Saturday, 31 December 2011

40 nasehat memperbaiki rumah tangga [6# dan 7#]



Nasehat (6): Perhatian pada Do'a-do'a yang Disyari'atkan dan Sunnah -sunnah yang Berkaitan dengan Rumah.

Di antara contohnya yaitu:
Do'a masuk rumah:
Imam Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika seorang laki-laki masuk ke dalam rumahnya kemudian menyebut nama Allah Ta'ala ketika dia masuk dan ketika makan, setan berkata: "Kamu tidak punya (jatah) tempat tidur dan tidak pula (jatah) makan di sini". Dan jika ia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika ia masuk, maka setan berkata: "Kamu mendapatkan (jatah) tempat tidur". Dan jika tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan berkata: "Kamu mendapat (jatah) tempat tidur dan makan"." Hadits riwayat Imam Ahmad, Al-Musnad, 3/346 dan Muslim, 3/1599

Do'a keluar rumah: Dalam Sunan, Abu Daud meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika seorang laki-laki keluar dari rumahnya kemudian mengatakan: "Bismillaahi Tawakkaltu 'alallaahi Laa hawla walaa quwwata illaa billaahi" "Dengan Nama Allah, aku bertawakkal (menggantungkan diri) kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah", niscaya akan dikatakan kepadanya: "Cukuplah bagimu, engkau telah diberi petunjuk, engkau telah dicukupi dan dijaga ", sehingga setan menyingkir daripadanya. Lalu setan lain berkata kepadanya: "Bagaimana kamu dapat (menggoda) laki-laki yang telah ditunjuki, dicukupi dan dijaga?"." Hadits riwayat Abu Daud no. 5095, At-Tirmidzi No. 3426. Dalam Shahihul Jami', hadits no. 499.

Siwak: Dalam Shahihnya, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallah 'anha, bahwasanya ia berkata: "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam jika masuk rumahnya beliau memulai dengan siwak". Shahih Muslim, kitab Ath-Thaharah, bab 15, no. 44.


***


Nasehat (7): Rutin Membaca Surat Al-Baqarah di Rumah untuk Mengusir Setan.
Hadits-hadits dalam hal ini di antaranya: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan! Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah". Shahih Muslim, cet.Abdul Baqi, 1/539 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bacalah surat Al-Baqarah di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya setan itu tidak masuk ke dalam rumah yang dibaca di dalamnya surat Al-Baqarah". Hadits riwayat Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak, 1/561; dan dalam Shahihul Jami ', hadits no.1170

Tentang keutamaan dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah serta pengaruh membacanya bagi rumah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala menulis suatu kitab sebelum Ia menciptakan langit dan bumi sekitar 2000 tahun, Ia berada di atas Arsy, dan menurunkan dua ayat penutup (terakhir) dari surat Al-Baqarah. Dan tidaklah setan mendekat rumah yang dibacakan di dalamnya kedua ayat tersebut selama tiga malam". Hadits riwayat Imam Ahmad di dalam As-Sunnah 4/274 dan selainnya; dalam Shahihul Jami' hadits no. 1799



to be continue..

Thursday, 29 December 2011

40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga [3#, 4# dan 5#]



Aspek KeImanan Di Rumah Nasehat (3): Jadikanlah Rumah sebagai Tempat Dzikrullah (Mengingat Allah)  
Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda: "Perumpamaan rumah yang di dalamnya ada dzikrullah, dan rumah yang tidak ada dzikrullah di dalamnya adalah (laksana) perumpamaan antara yang hidup dengan yang mati". Hadits riwayat Muslim dan Abu Musa 1/539, cet. Abdul Baqi 

Karena itu rumah harus dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai macam dzikir, baik itu dzikir dalam hati maupun dengan lisan, shalat, atau membaca shalawat dan Al-Qur'an, atau mempelajari ilmu-ilmu agama, atau membaca buku-buku lain yang bermanfaat. 

Saat ini betapa banyak rumah-rumah umat Islam yang mati karena tidak ada dzikrullah di dalamnya, sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas. Dan apatah lagi manakala yang menjadi dendangan di dalam rumah itu adalah syair-syair dan lagu-lagu setan, menggunjing, berdusta dan mengadu domba? Apatah lagi jika rumah-rumah itu penuh dengan kemaksiatan dari kemungkaran, seperti ikhtilath (campur baur dengan lawan jenis) yang diharamkan, tabarruj (pamer kecantikan dan perhiasan) di antara kerabat yang bukan mahram atau kepada tetangga yang masuk ke rumah? Bagaimana mungkin malaikat akan masuk ke dalam rumah dengan keadaan seperti itu? 

Karena itu hidupkanlah rumahmu dengan dzikrullah! Mudah-mudahan Allah merahmatimu.



Nasehat (4): Jadikan Rumahmu sebagai Kiblat.
Maksudnya, menjadikan rumah sebagai tempat beribadah. Allah berfirman: "Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu sebagai kiblat dan dirikanlah shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman". (Yunus: 87).

Ibnu Abbas berkata: "Maksud disuruh menjadikan rumah-rumah mereka sebagai kiblat yaitu mereka diperintahkan menjadikan rumah-rumah itu sebagai masjid-masjid (tempat beribadah)". 

Ibnu Katsir berkata: "Hal ini seakan-akan - Wallahu a'lam - ketika siksaan dan tekanan Fir'aun beserta kaumnya semakin menjadi-jadi atas mereka, maka mereka disuruh untuk memperbanyak shalat sebagaimana firman Allah Ta'ala : "Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu".(Al-Baqarah: 153). 

Dalam hadits: "Apabila Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam menghadapi suatu kesulitan, maka beliau melakukan shalat". Tafsir Ibnu Katsir, 4/224.



Nasehat (5): Pendidikan Keimanan untuk Anggota Keluarga.
Dari Aisyah radhiallahu anha ia berkata: Suatu ketika Rasullah Shallallahu alaihi wasalam, mengerjakan shalat malam, ketika akan witir beliau mengatakan: "Bangunlah, dan dirikanlah shalat witir wahai Aisyah!". 

"Allah mengasihi laki-laki yang bangun malam kemudian shalat lalu membangunkan isterinya sehingga shalat, jika tidak mau ia memerciki wajahnya dengan air". Hadits riwayat Muslim, Shahih Muslim bi Syarh An-Nawawi, 6/23 

Membiasakan dan menganjurkan para isteri dengan sedekah adalah sesuatu yang bisa menambah iman, ia adalah perkara agung yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam dengan sabdanya: "Wahai segenap wanita, bersedekahlah kalian. Sesungguhnya aku melihat bahwa kalian adalah sebanyak-banyak penduduk Neraka". Hadits riwayat Ahmad dan Abu Daud; Shahihul jami' , hadits no.3488 

Di antara ide yang bagus adalah dengan meletakkan kotak amal di dalam rumah untuk orang-orang miskin, sehingga setiap uang yang masuk di dalamnya menjadi hak bagi orang-orang yang membutuhkannya, karena itulah tempat dana mereka di dalam rumah orang muslim. 

Jika anggota keluarga melihat seorang panutan yang membiasakan puasa pada ayyaamul biidh (pertengahan setiap bulan Qamariyah, yaitu tanggal 13, 14, 15), hari Senin dan Kamis, hari Asyura, hari Arafah, pada banyak hari di bulan Muharram dan Sya'ban, niscaya akan mendorong anggota keluarga yang lain untuk mengikutinya.






to be continue... 

40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga [1# dan 2#]


40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga oleh : Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

Membangun Rumah Tangga 
Nasehat (1): Memilih Istri yang Tepat 

Allah berfirman: "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui." (An-Nur: 32).

Hendaknya seseorang memilih isteri shalihah dengan syarat-syarat sebagai berikut: "Wania itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu (miskin, merana)". Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 9/132.

"Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah''. Hadits riwayat Muslim (1468), cet. Abdul Baqi; dan riwayat An-Nasa'i dari Ibnu Amr, Shahihul Jami', hadits no.3407

"Hendaklah salah seorang dari kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang selalu dzikir dan isteri beriman yang menolongnya dalam persoalan akhirat". Hadits riwayat Ahmad (5/282), At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Tsauban, Shahihul Jami', hadits no. 5231

Dalam riwayat lain disebutkan : "Dan isteri shalihah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik (harta) yang disimpan manusia". Hadits riwayat Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Abu Umamah. Lihat Shahihul Jami', hadits no. 4285

"Kawinilah perempuan yang penuh cinta dan yang subur peranakannya. Sesungguhnya aku membanggakan dengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi pada hari Kiamat." Hadits riwayat Imam Ahmad (3/245), dari Anas.

Dikatakan dalam Irwa 'ul Ghalil, "Hadits ini shahih", 6/195 "(Nikahilah) gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih banyak keturunannya, lebih manis tutur katanya dan lebih menerima dengan sedikit (qana'ah)". Hadits riwayat lbnu Majah, No. 1861 dan alam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits No. 623

Dalam riwayat lain disebutkan : "Lebih sedikit tipu dayanya".

Sebagaimana wanita shalihah adalah salah satu dari empat sebab kebahagiaan maka sebaliknya wanita yang tidak shalihah adalah salah satu dari empat penyebab sengsara. Seperti tersebut dalam hadits shahih: "Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalihah, engkau memandangnya lalu engkau kagum dengannya, dan engkau pergi daripadanya tetapi engkau merasa aman dengan dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia mengungkapkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi daripadanya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu" Hadits riwayat Ibnu Hibban dan lainnya, dalam As-Silsilah Ash- Shahihah, hadits no. 282

Sebaliknya, perlu memperhatikan dengan seksama keadaan orang yang meminang wanita muslimah tersebut, baru mengabulkannya setelah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : "Jika datang kepadamu seseorang yang engkau rela terhadap akhlak dan agamanya maka nikahkanlah, jika tidak kamu lakukan niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar". Hadits riwayat Ibnu Majah 1967, dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits no. 1022

Hal-hal di atas perlu dilakukan dengan misalnya bertanya, melakukan penelitian, mencari informasi dan sumber-sumber berita terpercaya agar tidak merusak dan menghancurkan rumah tangga yang bersangkutan." Laki-laki shalih dengan wanita shalihah akan mampu membangun rumah tangga yang baik, sebab negeri yang baik akan keluar tanamannya dengan izin Tuhannya, sedang negeri yang buruk tidak akan keluar tanaman daripadanya kecuali dengan susah payah.


Nasehat (2): Upaya Membentuk (Memperbaiki) Isteri.
Apabila isteri adalah wanita shalihah maka inilah kenikmatan serta anugerah besar dari Allah Ta'ala. Jika tidak demikian, maka kewajiban kepala rumah tangga adalah mengupayakan perbaikan. Hal itu bisa terjadi karena beberapa keadaan. Misalnya, sejak semula ia memang menikah dengan wanita yang sama sekali tidak memiliki agama, karena laki-laki tersebut dulunya, memang tidak memperdulikan persoalan agama. Atau ia menikahi wanita tersebut dengan harapan kelak ia bisa memperbaikinya, atau karena tekanan keluarganya.

Dalam keadaan seperti ini ia harus benar-benar berusaha sepenuhnya sehingga bisa melakukan perbaikan. Suami juga harus memahami dan menghayati benar, bahwa persoalan hidayah (petunjuk) adalah hak Allah. Allah-lah yang memperbaiki.

Dan di antara karunia Allah atas hambaNya Zakaria adalah sebagaimana difirmankan: "Dan Kami perbaiki isterinya". (Al-Anbiya': 90).

Perbaikan itu baik berupa perbaikan fisik maupun agama.

Ibnu Abbas berkata: "Dahulunya, isteri Nabi Zakaria adalah mandul, tidak bisa melahirkan maka Allah menjadikannya bisa melahirkan". Atha' berkata: Sebelumnya, ia adalah panjang lidah, kemudian Allah memperbaikinya".

Beberapa Metode Memperbaiki Isteri: Memperhatikan dan meluruskan berbagai macam ibadahnya kepada Allah Ta'ala.
Kupasan dalam masalah ini ada dalam pembahasan berikutnya. Upaya meningkatkan keimanannya, misalnya:
• Menganjurkannya bangun malam untuk shalat tahajjud
• Membaca Al Qur'anul Karim.
• Menghafalkan dzikir dan do'a pada waktu dan kesempatan tertentu.
• Menganjurkannya melakukan banyak sedekah.
• Membaca buku-buku Islami yang bermanfaat.
• Mendengar rekaman kaset yang bermanfaat, baik dalam soal keimanan maupun ilmiah dan terus mengupayakan tambahan koleksi kaset yang sejenis.
• Memilihkan teman-teman wanita shalihah baginya sehingga bisa menjalin ukhuwah yang kuat, saling bertukar pikiran dalam masalah-masalah agama serta saling mengunjungi untuk tujuan yang baik.
• Menjauhkannya dari segala keburukan dan pintu-pintunya.




to be continue...

Sunday, 13 November 2011

tentang pernikahan [lagi]

"itu..mbk nya mau salam..pengantin laki nya juga.."

"itu..kan g rebana-an (baca= nasyid-an)..tu tamunya pada dangdut-an.."

"temen ngaji ayuk kan itu..dia ja mau salaman..knp ayuk g?? dia kan lebih tua (baca=senior)..."

dowhhhh...banyak lah 'itu..itu...' lainnya yang keluar spanjang perjalanan pulang dari menghadiri walimahan teman..


bukan sengaja diajak sich..tapi orang tua yang nikah itu juga teman bunda di tempat kerja..
g janjian juga pergi ke walimahannya..'nemu' bunda dah duduk manis di sanaaaaa...eheh8

klo bunda g kenal orang tuanya..g akan ghina ajakin ke walimahaaaannnnnnnn..
dah ketebak akan ada banyak tanya yg akan ditembakan bunda terkait walimahan..apalagi kalo bunda tau itu walimahan "teman2"..tapi klo walimahannya 'pas mantab'..smangad sangad dahhhh...wlw bunda g pernah ketemu ma yg punya hajatan..ehhe8 kan bisa skalian promo walimahan syar'i.. :D
*tapi dah lama g nemuin yg 'pas'..mmm


sebenernyaaa..ghina jg g tw seperti apa persis nya walimahan yg syar'i itu..
tapi seingat ghina..walimahan tempoe doeloe itu..
>>tamu laki2 n wanita nya di pisah..klo g bisa pake hijab nyata..dikondisikan tempat duduknya..misal kiri laki2..kanan wanita..
*malah pernah liat tamunya dipisahkan tembok rumah..wkwkwkwk upz

>>pengantinnya g 'dipajang' di arena resepsi..jadi klo pas antri salaman..tamu nya nemuin pengantin di dalam rumah yg punya hajatan..klo pun di pajang di luar..itu berarti tamu nya terpisah hijab..terkondisikan dengan baik..
*pernah ada mbk2 yg pura2 sakit krn g mw dipajang..pake acara collaps pulak ixiixixi
ada juga mbk2 yang h-1..makan es malem2..makan mangga maseeeemmm..jadi esok nya diem di kamar duank..wkwkwkkw rada mendzalimi diri sich..tapi saluuuttt ma tekadnya d^_^b

>>trus..biasa nya resepsi itu ada hiburan kan ya..nah..klo biasa nya kan 'organ tunggal'..trus dangdut-an..ahha8 g bisa dipungkiri lagi 'dangdut is the music of my country...'
belum lagi tamu2 nya ikutan naik panggung..klo nyanyi aja sich gpp..tapi ini...?? g goyang g seru.. 
udah gitu..g cukup nyanyiin satu lagu..dowhhhh
nah..stau ghina..yang syar'i itu tanpa musik..klo pun ada ya rebana-an..klo skrng ya nasyid-an..

>>tamu yang diundang..bukan hanya dari klangan kaya..tapi para dhuafa juga..
nah klo skrng ini..malah sngaja buat meja VIP..biar amplop nya VIP juga kali yaaa... -_-"


yaaaa..mungkin g bisa juga dipaksain harus gitu mutlak..mungkin keluarga yang belum terkondisikan dengan baik..ato lokasi walimah yg g memungkinkan.. (klo gedung kan lebih gampang di-setting)..tapi apa bener2 g ada yg bisa diselamatkan termasuk g salaman dg mereka yg bukan mahram??
*g jeleous apa tu yang di sampingnya yaaaa..mmm



dowhhhhh..sotoy sangad ya sayaaa..ahahah8

tapi menurut ghina sich..pernikahan itu puncak evaluasi 'belajar'..
apakah hasil 'belajar' kita dah mampu kita sampaikan dengan baik ke keluarga kita..dan juga di lingkungan sekitar...ato msih perlu remid..

kan percuma juga kita keluar rumah..lamaaaa...jauhhhh..tapi ternyata kita g bisa diterima dengan baik oleh orang2 terdekat..bahkan utk sekedar melangsungkan walimahan yg kita impikan pun kita mesti adu argumen dulu..
trus..krn merasa kecil..g baik mlawan ortu..akhirnya kalah..

mmm..dan ketika walimahan yg kita gelar tak ada bedanya dg teman2 yg 'belum belajar'..di saat yg bersamaan..apa g limbung juga ya tu apa2 yg kita gaungkan slama ini..



Sunday, 6 November 2011

[cerita lain] tentang pernikahan




“cobaaaa klo ada yang nganterin..kan g perlu naik ojek..”

“cobaaa klo ada yang nemenin..kan g khawatir pulang ifthor kemaleman..”

“cobaaa klo ada yg masakin..kan g perlu makan lauk keasinan..”

"Cobaaaa klo ada teman..klo sakit kan ada yg ngurusin..”

Dan banyak lagi dan banyak lagi ‘cobaaaa…cobaaaa..” yang lainnya…
Singkatnya..menikah itu indah..dan mampu jadi solusi tiap masalah kala lajang..

Klo emank nikah itu bisa mengubah ‘cobaaa….’ Menjadi ‘alhmdllh ya..’ atas keluhan di masa lajang..tentulah potensi2 yang dulu nya belum maksimal menjadi termaksimakan ketika udh ada teman kan ya..

Tapi tapi tapi…
Kata Hijjaz..”hidup tidak selalunya indah..langit tak selalu cerah..”

Sebulan dua setelah walimahan…ohoho8 luar biasa semangadnya…subhanallaah..

Tiga bulan dan seterusnya…
“afwan..istri lagi mual2..jd izin dulu mabitnya..”
“afwan..lagi g fit..g boleh capekz2..izin dulu ifthornya..”

Sepuluh bulan dan seterusnya..
“istri baru melahirkan..izin dulu..”
“anak lagi rewel…g mw ditinggal..afwan belum bias ikut kajian..”

setahun dua dan seterusnya..
“duwhh..kebutuhan makin banyak..klo ngandalin kerja yang ini aja g bakal mencukupi..sholat di rumah aja lah..sama aja mo sholat di masjid ato di rumah..yang penting kan sholat..”
“anak makin besar..makin banyak..kerjaan di rumah makin menumpuk..ngaji di rumah aja lah ma suami..kan sama ja..yang penting ngaji dan mengkaji al Quran..”


mmm…
Kenapa ya..
yang dulu diandai2kan ‘cobaaaa…’…ketika dah diberi malah dijadikan alasan..
yang dulu diharap2kan..malah jadi hambatan..
*mikir.com

.: istiqomah itu (bener2) pilihan.. :.




smangad slalu... ^_^/

Sunday, 5 June 2011

tentang keluarga Islami..tentang keluarga teladan




 Individu teladan-lah

yang akan membentuk keluarga teladan..
yang akhirnya ...

akan menciptakan generasi individu teladan



Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketanangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkngan keluarga. Ingatlah semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada Alloh, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, disamping melakukan berbagai usaha yang sesuai dengan syari'at.


Pentingnya Keharmonisan Keluarga Yang paling berpengaruh buat pribadi dan masyarakat adalah pembentukan keluarga dan komitmennya pada kebenaran. Alloh dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat manusia untuk menetap dan tinggal dengan tentram di dalamnya.

FirmanNya: "dan diantara tanda-tanda kekuasanNya adalah Dia mencipatakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan diajadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar Rum: 21)

Ya.supaya engkau cenderung dan merasa tentram kepadanya (Alloh tidak mengatakan: 'supaya kamu tinggal bersamanya'). Ini menegaskan makna tenang dalam perangai dan jiwa serta menekankan wujudnya kedamaian dalam berbagai bentuknya.

Maka suami istri akan mendapatkan ketenangan pada pasangannya di kala datang kegelisahan dan mendapati kelapangan di saat dihampiri kesempitan. Sesungguhnya pilar hubungan suami istri adalah kekerabatan dan pershabatan yang terpancang di atas cinta dan kasih sayang. Hubungan yang mendalam dan lekat ini mirip dengan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Al Qur'an menjelaskan: "Mereka itu pakaian bagimu dan kamu pun pakaian baginya." (Al Baqarah: 187)

Terlebih lagi ketika mengingat apa yang dipersiapkan bagi hubungan ini misalnya; penddidikan anak dan jaminan kehidupan, yang tentu saja tak akan terbentuk kecuali dalam atmosfir keibuan yang lembut dan kebapakan yang semangat dan serius. Adakah di sana komunitas yang lebih bersih dari suasana hubungan yang mulia ini?


Pilar Peyangga Keluarga Islami
1. Iman dan Taqwa
Faktor pertama dan terpenting adalah iman kepada Alloh dan hari akhir, takut kepada Dzat Yang memperhatikan segala yang tersembunyi serta senantiasa bertaqwa dan bermuraqabbah (merasa diawasi oleh Alloh) lalu menjauh dari kedhaliman dan kekeliruan di dalam mencari kebenaran.

"Demikian diberi pengajaran dengan itu, orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia kan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia kan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan keperluannya." (Ath Thalaq: 2-3)

Di antara yang menguatkan tali iman yaitu bersungguh-sungguh dan serius dalam ibadah serta saling ingat-mengingatkan. Perhatikan sabda Rasululloh: "Semoga Alloh merahmati suami yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula istrinya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya. Dan semoga Alloh merahmati istri yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula suaminya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya." (HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasa'i, Ibnu Majah).

Hubungan suami istri bukanlah hubungan duniawi atau nafsu hewani namun berupa interaksi jiwa yang luhur. Jadi ketika hubungan itu shahih maka dapat berlanjut ke kehidupan akhirat kelak. FirmanNya: "Yaitu surga 'Adn yang mereka itu masuk di dalamnya bersama-sama orang yang shaleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya." (Ar Ra'du: 23)


2. Hubungan Yang Baik
Termasuk yang mengokohkan hal ini adalah pergaulan yang baik. Ini tidak akan tercipt akecuali jika keduanya saling mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing.
Mencari kesempurnaan dalam keluarga dan naggotanya adalah hal mustahil dan merasa frustasi daklam usha melakukan penyempurnan setiap sifat mereka atau yang lainnya termasuk sia-sia juga.

3. Tugas Suami
Seorang suami dituntut untuk lebih bisa bersabar ketimbang istrinya, dimana istri itu lemah secara fisik atau pribadinya. Jika ia dituntut untuk melakukan segala sesuatu maka ia akan buntu.

Teralalu berlebih dalam meluruskannya berarti membengkokkannya dan membengkokkannya berarti menceraikannya. Rasululloh bersabda: "Nasehatilah wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang bengkok dari rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kamu luruskan maka berarti akan mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok, untuk itu nasehatilah dengan baik." (HR. Bukhari, Muslim)

Jadi kelemahan wanita sudah ada sejak diciptakan, jadi bersabarlah untuk menghadapinya. Seorang suami seyogyanya tidak terus-menerus mengingat apa yang menjadi bahan kesempitan keluarganya, alihkan pada beberapa sisi kekurangan mereka. Dan perhatikan sisi kebaikan niscaya akan banyak sekali.

Dalam hal ini maka berperilakulah lemah lembut. Sebab jika ia sudah melihat sebagian yang dibencinya maka tidak tahu lagi dimana sumber-sumber kebahagiaan itu berada. Alloh berfirman; "Dan bergaullah bersama mereka dengan patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Aloh menjadikannya kebaikan yang banyak." (An Nisa': 19)

Apabila tidak begitu lalu bagaimana mungkin akan tercipta ketentraman, kedamaian dan cinta kasih itu: jika pemimpin keluarga itu sendiri berperangai keras, jelek pergaulannya, sempit wawasannya, dungu, terburu-buru, tidak pemaaf, pemarah, jika masuk terlalu banyak mengungkit-ungkit kebaikan dan jika keluar selalu berburuk sangka.

Padahal sudah dimaklumi bahwa interaksi yang baik dan sumber kebahagiaan itu tidaklah tercipta kecuali dengan kelembutan dan menjauhakan diri dari prasangka yang tak beralasan. Dan kecemburuan terkadang berubah menjadi prasangka buruk yang menggiringnya untuk senantiasa menyalah tafsirkan omongan dan meragukan segala tingkah laku. Ini tentu akan membikin hidup terasa sempit dan gelisah dengan tanpa alasan yang jelas dan benar.
4. Tugas Istri
Kebahagiaan, cinta dan kasih sayang tidaklah sempurna kecuali ketika istri mengetahui kewajiban dan tiada melalaikannya. Berbakti kepada suami sebagai pemimpin, pelindung, penjaga dan pemberi nafkah. Taat kepadanya, menjaga dirinya sebagi istri dan harta suami. Demikian pula menguasai tugas istri dan mengerjakannya serta memperhatikan diri dan rumahnya.

Inilah istri shalihah sekaligus ibu yang penuh kasih sayang, pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Juga mengakui kecakapan suami dan tiada mengingkari kebaikannya. Untuk itu seyogyanya memaafkan kekeliruan dan mangabaikan kekhilafan. Jangan berperilaku jelek ketika suami hadir dan jangan mengkhianati ketika ia pergi. Memotivasi jihad suami dan bukan membuatnya berpikir dua tiga kali ketika berkorban waktu, tenaga dan harta untuk fii sabilillaah

Dengan ini sudah barang tentu akan tercapai saling meridhai, akan langgeng hubungan, mesra, cinta dan kasih sayang. Dalam hadits: "Perempuan mana yang meninggal dan suaminya ridha kepadanya maka ia masuk surga." (HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu Majah)


Maka bertaqwalah wahai kaum muslimin!

Ketahuilah bahwa dengan dicapainya keharmonisan akan tersebarlah semerbak kebahagiaan dan tercipta suasana yang
kondusif bagi tarbiyah.

Selain itu tumbuh pula kehidupan di rumah yang mulia dengan dipenuhi cinta kasih dan saling pengertian anatar sifat keibuan yang penuh kasih sayang dan kebapakan yang tegas, jauh dari cekcok, perselisihan dan saling mendhalimi satu sama lain. Juga tak ada permusuhan dan saling menyakiti.


Rumah Tangga Islami itu..

Yang bangunan rumahnya..tidak sempit juga tidak luas, memenuhi syarat kesehatan, memiliki kamar yg cukup untuk memisahkan ruang tidur anak laki-laki dan anak perempuan, memiliki ruang sholat khusus, bangunannya mampu menjaga aurat penghuninya
Yang perabot rumahnya..sederhana namun kuat
Yang pakaiannya..sederhana dan awet, perhatian pada kebersihan, kerapian, dan kesucian
Yang makan dan minumnya..halal dan toyyib, sehat, tidak mubazir juga tidak pelit
Yang anggarannya..mendahulukan kepentingan2 primer dan dimusyawarahkan antara suami-istri
Yang menjaga silaturahim..
Bertetangga dg baik..
Menghormati tamu dlm setiap kesempatan


Penutup
Lurusnya keluarga menjadi media untuk menciptakan keamanan masyarakat. Bagaimana bisa aman bila ikatan keluarga telah amburadul. Padahal Alloh memberi kenikmatan ini yaitu kenikmatan kerukunan keluarga, kemesraan dan keharmonisannya.

Hubungan suami istri yang sangat solid dan fungsinya sebagai orang tua di tambah anak-anaknya yang tumbuh dalam asuhan mereka, merupakan gambaran umat terkini dan masadepan. Karena itu ketika setan berhasil menceraikan hubungan keluarga dia tidak sekadar menggoncangkan sebuah keluarga namun juga menjerumuskan masyarakat seluruhnya ke dalam kebobrokan yang merajalela. Realita sekarang menjadi bukti.


Semoga Alloh merahmati pria yang perilakunya terpuji, baik hatinya, pandai bergaul (terhadap keluarga), lemah lembut, pengasih, penyayang, tekun, tidak berlebihan dan tiada lalai dengan kewajibannya. Semoga Alloh merahmati pula wanita yang tidak mencari-cari kekeliruan, tidak cerewet, shalihah, taat dan memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada karena Alloh telah memeliharanya.

Bertaqwalah wahai kaum muslimin, wahai suami istri. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaaya akan dimudahkan urusannya. (Syeikh Shalih bin Abdullah bin Al Humaid).



materi Tasqif ke-akhowat-an
Curup, 05 Juni 2011