Ibarat tumbuhan, pernikahan adalah jenis tanaman sensitif yang membutuhkan perlakuan lebih dalam merawatnya. Ia tidak cukup disiram dengan air kebaikan, tapi juga pupuk-pupuk kebajikan yang harus senantiasa diberikan di sepanjang waktu, dengan jumlah yang konsisten. Jika hal ini tidak dilakukan dengan baik, maka tanaman cinta dalam pernikahan itu, akan cepat layu dan kemudian mati.
Layunya tanaman cinta pernikahan ini, biasanya bermula dari kelalaian pertama dalam memberikan pupuk kebajikan dan siraman air kebaikan. Lalu berlanjut dengan salah faham kecil, dengan aneka bumbu masalah dalam biduk rumah tangga yang tidak disikapi dengan bijak. Masalah ini diperparah dengan orientasi dunia berlebih sehingga tanaman itu kering dan kemudian layu lantaran kehilangan orientasi utamanya.
Pernikahan adalah ibadah. Maka, ia harus diniatkan karena Allah, dijalani sesuai aturan Allah, dan dikembalikan kepada Allah ketika di tengah perjalanan terdapat ujian-ujian. Baik ujian kecil, maupun ujian besar dalam pernikahan.

Layunya tanaman cinta pernikahan ini, biasanya bermula dari kelalaian pertama dalam memberikan pupuk kebajikan dan siraman air kebaikan. Lalu berlanjut dengan salah faham kecil, dengan aneka bumbu masalah dalam biduk rumah tangga yang tidak disikapi dengan bijak. Masalah ini diperparah dengan orientasi dunia berlebih sehingga tanaman itu kering dan kemudian layu lantaran kehilangan orientasi utamanya.
Pernikahan adalah ibadah. Maka, ia harus diniatkan karena Allah, dijalani sesuai aturan Allah, dan dikembalikan kepada Allah ketika di tengah perjalanan terdapat ujian-ujian. Baik ujian kecil, maupun ujian besar dalam pernikahan.

